Sabtu, 18 Februari 2012

Masalah - masalah sosial pemuda saat ini

Peran pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangatlah penting,mereka menjadi penggerak bangsa,merekalah yang peduli dengan nasib rakyat kecil,mereka juga tidak lupa mengamati perkembangan politik bangsanya.Tapi jujur saja peran pemuda yang begitu fital itu mulai tidak terlihat,misalnya saja dalam menuntut kebijakan pemerintah apa yang mereka lakukan hanya berdemo,ya mungkin itu adalah suatu hal yang pantas di lakukan di negara demokrasi,tapi apa yang kita lihat di lapangan mereka hanya teriak,berkoar-koar tak jelas sampai mulut kering dan siapa yang mau mendangar? Mereka hanya menggangu ketertiban umum,bakar sana bakar sini,pecah sana pecah sini,merusah fasilitas umum dan akhirnya berujung ANARKIS! Mungkin para pendemo merasa ada kalau belum panas dan tidak ada acara baku hantam.

Bukankah lebih bijak dan baik jika kita belajar dengan serius,lalu setelah lulus kita aplikasikan keahlian kita untuk membantu rakyat kecil,itu akan jauh lebih membanggakan.Bukan itu saja sekarang ini banyak pemuda yang terjerat dalam kriminalitas dan narkoba,banyak faktor-faktor yang menyebabkan masalah itu,di antaranya pengangguran,terbatasnya pengetahuan,dan tidak adanya nilai budi pekerti di otak para pemuda.

Sebagai negara berkembang sudah pasti populasi kaum pemuda lebih banyak daripada golongan tua, tapi mengapa peran pemuda jarang terlihat belakangan ini? Kesempatan,ya itulah yang di inginkan para pemuda saat ini,kesempatan untik berbicara,berkreasi dll.karna pada umumnya para golongan tua memandang sebelah mata kaum muda,mereka menganggap para kaum muda itu amatiran,emosian,tak bisa di andalkan.Ya mungkin para golongan tua memang jauh lebih berpengalaman,maka diperlukan adnya keseimbangan.yang tua mengajarkan sementara yang muda yang berinovasi

ALTERNATIF PENANGGULAN MASALAH SARA


 Apa Yang Dimaksud Dengan Sara
Sara adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan. Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan golongan dapat dikatakan sebagai tidakan Sara. Tindakan ini mengebiri dan melecehkan kemerdekaan dan segala hak-hak dasar yang melekat pada manusia.


 SARA DAPAT DIGOLONGKAN DALAM TIGA KATAGORI :
•    Individual : merupakan tindakan Sara yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Termasuk di dalam katagori ini adalah tindakan maupun pernyataan yang bersifat menyerang, mengintimidasi, melecehkan dan menghina identitas diri maupun golongan.
•    Institusional : merupakan tindakan Sara yang dilakukan oleh suatu institusi, termasuk negara, baik secara langsung maupun tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja telah membuat peraturan diskriminatif dalam struktur organisasi maupun kebijakannya.
•    Kultural : merupakan penyebaran mitos, tradisi dan ide-ide diskriminatif melalui struktur budaya masyarakat.

Contoh kasus SARA yang pernah terjadi di Indonesia:
1.    Kasus Mesuji
Kasus ini terjadi akibat buntunya komunikasi antara pihak yang bersengketa yaitu warga setempat dan pihak perusahaan kelapa sawit,warga juga emosi karena aparat yang seharusnya bertugas melindungi masyarakat malah menjadi centeng bayaran dan menebar ketakutan kepada masyarakat setempat yang membuat masyarakat balik melawan

2.    Kasus sampit
Kasus ini adalah pertikaian anatara masyarakat Dayak dan Madura,sebenarnya masalah ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu.Tapi masalah ini di biarkan menjadi berlarut-larut yang membuat kemarahan warga Dayak memuncak tak terbendung lagi,puncaknya pada sekitar bulan Februari 2001 warga Dayak berbondong-bondong menyerang warga madura.Ratusan nyawa melayang,kejadian ini sangat sadis untuk di ceritakan.

3.    Kasus Mei 98
Tragedi Mei 98 , pada bulan mei tahun 1998 terjadi kemarahan masyarakat terhadap kebrutalan aparat keamanan dalam peristiwa trisakti dan ketidaksukaan terhadap ras tionghoa

ALTERNATIF PENANGGULANGAN MASALAH SARA
•    Pertemuan tatap muka pihak-pihak yang berkonflik dengan maksud mengidentifikasi masalah dan memecahkannya melalui pembahasan terbuka.
•    Menciptakan sasaran bersama yang tidak dapat dicapai tanpa kerjasama masing-masing pihak yang berkonflik.
•    Mengabaikan arti perbedaan dengan menekankan kepentingan bersama antara pihak-pihak yang berkonflik.
•    Mengubah struktur organisasi formal dan pola struktural interaksi pihak-pihak yang berkonflik melalui perancangan ulang pekerjaan, pemindahan, penciptaan posisi koordinasi, dan semacamnya.
•    Saling mempercayai satu sama lain
•    Saling memberikan toleransi pendapat dan mudah memaafkan kesalahan
•    Memiliki  jiwa tenggang rasa antar sesame
•    Harus menindak tegas para pelanggar HAM
•    Memberikan perlindungan terhadap kelompok kecil