Minggu, 27 November 2011
PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
Masyarakat desa dengan masyarakat kota itusangat bertolak belakang baik dari lingkungan,cara berpikir,lapisansosial,tingkah laku,adat serta jumlah penduduk nya pun berbeda.Masyarakat desa lebih ke tradisional dan masyarakat kota lebih mngarah ke perkembangan dunia dengan kata lain masyarakat kota itu mengikuti zamanMasyarakat desa juga mengikuti zaman tetapi perilaku mereka masih di pengaruhi oleh adat dan kebudayaan.Adat kebudayaan masyarakat desa masih sangat kental, berbeda denganmasyarakat kota yang hampir keseluruhan adat dan kebiasaan nya sudah di pengaruhi oleh kebudaaan luar.
1. Lingkungan Umum dan Orientasi terhadap Alam
Masyarakat pedesaan dikaitkan dengan alam karena letak geografisnya. Penduduk yangtinggal didesa ditentukan oleh kepercayaan-kepercayaan dan hukum-hukum alam dalam pola berfikir dan falsafah hidupnya. Seperti pada bercocok tanam dan masa panen, ataunelayan yang pergi melaut tentu akan didesuaikan dengan siklus alamnya.
2. Pekerjaan atau Mata Pencaharian
Pada umumnya mata pencaharian pedesaan adalah bertani dan nelayan dan berdagangmerupakan pekerjaan sekunder dari non pertanian. Sebab beberapa daerah tidak lepasdari kegiatan usaha atau industri. Dalam masyarakat kota lebih spesial, dan spesialisasiitu berkembang menjadi manajer, ketua pimpinan dalam birokrasi.
3. Ukuran Komunitas
Komunitas pedesaan lebih kecil daripada komunitas perkotaan. Pekerjaan di bidang pertanian, perimbangan tanah dengan manusia cukup tinggi dibandingkan denganindustri, dan akibatnya daerah pedesaan mempunyai penduduk yang rendah per kilometer perseginya. Tanah pertanian luasnya bervariasi.
4. Kepadatan Penduduk
Di desa kepadatan lebih rendah dibandingkan denga kota. Kepadatan suatu komunitaskenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri. Contonya dalam perubahan-perubahan pemukiman, dari penghuni satu keluarga menjadi pembangunanmultikeluarga dengan flat/apartemen.
5. Homogenitas dan heterogenitas
Homogenitas dalam pedesaan diwujudkan dalam bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan prilaku. Sebaliknya di kota heterogenitas tampak dalam orang-orang dengan macam-macam subkultur dan kesenangan, kebudayaan, mata pencaharian. Kota mempunyai dayatarik dalam hal pendidikan, komunitas,transportasi seehingga kota tempat berkumpul bebagai kelompok etnis.
6. Diferensiasi Sosial
Kemajemukan kota berindikasi terhadap diferensiasi sosial. Tersedianya segala fasilitas,hal-hal yang beguna, perumahan, pendidikan, rekreasi, agama, dan bisnis menyebabkanadanya pembagian pekerjaan dan adanya saling ketergantungan. Ini terbalik dengankehidupan masyarakat pedesaan yangtingkaat homogenitas alaminya cukup tinggi.
7. Pelapisan Sosial
Kelas sosial dalam masyarakat digambarkan dengan
“piramida sosial”
yaitu status sosialyang tinggi ditempatkan paling atas. Beb
8. Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial berkaitan dengan perpindahan atau pergerakan suatu kelompok sosial kekelompok sosial lainnya; mobilitas kerja dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lainnya;mobilitas teritorial dari desa ke kota, dari kota ke desa, atau di daerah desa dan kotasendiri.Mobilitas sering terjadi dikota dibanding pedesaan dan segi-segi penting mobilitastersebut itu adalah :
•Banyak penduduk yang pindah kamar atau rumah ke kamar atau rumah lain,karena sistem kontrak yang terdapat dikota, dan di desa tidak demikian.
•Waktu yang tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan penduduk lebih banyak bila dibandingkan dengan penduduk desa.
9. Intereaksi Sosial
Tipe interaksi sosial di desa dan di kota perbedaannya sangat kontras baik aspek kuantitasmaupun kualitasnya diantaranya ;a.Masyarkat pedesaan lebih sedikit jumlahnya dan tingkat mobiitas sosialny rendah,maka kontak pribadi per induvidu lebih sedikit. Juga kontak dengan radio,televisi, majalah , poster, koran, dan media lain yang lebih sophisticated. b.Penduduk kota lebih serig kontak tetapi cenderung lebih formal, dan tidak bersifat pribadi, tetapi melalui tugas atau kepentingan lain.
10. Pengawasan sosial
Tekanan sosial oleh masyarakat desa lebih kuat karena bersifat pribadi dan ramah tamah,dan keadaan masyarakatnya homogen. Penyesuaian terhadap norma-norma sosial lebihtinggi dengan tekanan sosial informal dan nantinya dapat sebagai pengawasan sosial.
11. Pola Kepemimpinan
Kepemimpinan di desa dinilai berdasarkan kualitas pribadi. Misalnya karena kesalehan,kejujuran, jiwa pengorbanannya, dan pengalamannya. Kriteria ini melekat terus padagenerasi berikutnya, maka kriteria pun akan menentukan kepemimpinan di pedesaan.
12. Standar Kehidupan
Berbagai fasilitas dan sarana akan membahagiakan kehidupan apabila disediakan dancukup nyata dirasakan oleh penduduk yang jumlahnya padat. Di kota dengan konsentrasidan jumlah penduduk yang padat, tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakankebutuha tersebut, sedangkan didesa tidak harus demikian.
13. Kesetiakawanan Sosial
Kesetiakawanan sosial atau kepaduan dan kesatuan, pada masyarakat pedesaan dan perkotaan ban yak ditentukan oleh masing-masing faktor yang berbeda. Dalammasyarakat pedesaan ciri-cirinya akibat dari sifat-sifat yang sama, persamaan dalam pengalaman, persamaan tujuan dimana hubungannya bersifat informal dan bukan bersifatkontrak sosial/ perjanjian. Dalam masyarakat desa ditemukan gotong-royong, danmusyawarah.
14. Nilai dan sistem Nilai
Hal teresebut dapat diamati dalam kebiasaan, cara, dan norma yang berlaku. Di pedesaanmasih berlaku nilai-nilai keluarga, pola bergaul, mencari jodoh. Nilai-nilai agama masihdipegang kuat. Bentuk ritual-ritul agama dikaitkan dengan proses dewasnya manusiayang dikuti upacara-upacara. Pendidikan belum merupakan nilai orientasi penuh, cukuphanya bisa baca tulis dan pendidikan agama. Dalam nilao-nilai ekonomi masih bersifatsubsistem tradisional
Sumber:
http://www.scribd.com/doc/72627746/Perbedaan-Masyarakat-Pedesaan-Dan-Perkotaan
Senin, 14 November 2011
Pengertian Web Browser
Peramban web, peramban ramatraya (Inggris:
web browser) disebut juga penjelajah web, adalah perangkat
lunak yang berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen
yang disediakan oleh server web. Peramban web yang populer adalah Microsoft
Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Peramban web adalah jenis perantara
pengguna yang paling sering digunakan. Ramat jembar (wide web)
sendiri adalah kumpulan jaringan berisi dokumen dan tersambung satu dengan yang
lain, yang dikenal sebagai Waring Wera
Wanua.
Sejarah singkat
Peramban web
pertama pertama bernama WorldWideWeb berbasis teks, seperti halnya Lynx yang
populer hingga sekarang, karena memang sistem dengan antarmuka grafis belum
umum digunakan pada saat itu. Baru setelah sistem berbasis grafis mulai banyak
digunakan, seorang mahasiswa bernama Marc
Andressen di University of Illinois
di Urbana-Champaign,
Amerika Serikat, membuat sebuah penjelajah web
berbasis grafis pertama yang berjalan di atas sistem operasi Windows dan UNIX
(berbasis Motif). Peramban web tersebut dinamai Mosaic.
Selanjutnya,
setelah lulus dari universitas, Marc ditawari oleh Jim Clarc, salah seorang
petinggi Silicon Graphics Incorporated (SGI), untuk
membuat perusahaan dengan nama Mosaic Communication, yang kemudian
berubah menjadi Netscape Communication. Marc membuat sebuah penjelajah web
populer pertama yang digunakan oleh umum, yang disebut dengan Netscape Navigator.
Pada saat pengembangannya, Navigator memiliki nama kode Mozilla.
Navigator merupakan penjelajah web komersial, akan tetapi seiring dengan waktu
akhirnya Navigator pun menjadi dapat diperoleh secara gratis. Sementara itu,
penjelajah web Mosaic yang gratis tidak diteruskan lagi pengembangannya, dan
diserahkan kepada NCSA (National Computing for Supercomputer Application).
Karena NCSA tidak memiliki izin untuk mengomersialkan produk Mosaic, NCSA
akhirnya menjual Mosaic kepada Spyglass,
yang akhirnya membuat Mosaic menjadi penjelajah web komersial.
Microsoft,
yang terlambat turun di pasar peramban web, pun membeli lisensi Mosaic dari
Spyglass, sehingga pada akhirnya merilis produk peramban web-nya, yang disebut
sebagai Internet Explorer.
Dengan dirilisnya Internet Explorer, muncullah perang besar antara peramban web
populer, yakni antara Netscape Navigator, dan Microsoft Internet Explorer.
Fitur web dan peramban web
Peramban web
bisa dibedakan lewat fitur-fitur yang mereka dukung. Peramban modern dan
halaman web biasanya menggunakan banyak fitur dan teknik yang tidak ada pada
masa-masa awal web. Disebabkan adanya perang peramban web,
fitur-fitur Web dan perambanh web semakin cepat dikembangkan.
Berikut
daftar beberapa elemen dan fitur-fitur tersebut:
- ActiveX
- Autocompletion (Pengisian otomatis) URL dan formulir data
- Markah buku untuk mengikuti lokasi yang sering diakses
- Cascading Style Sheets (CSS)
- Kuki yang membolehkan sebuah website untuk mengetahui seorang pengguna lama
- Tembolok web - Halaman web "disimpan" dalam memori ketika kita membukanya agar dapat diakses lagi walaupun sedang offline
- Digital certificate (Sertifikat Digital)
- Pemuatan gambar menggunakan format gambar yang sudah terkenal seperti GIF, PNG, JPEG, SVG
- Flash
- Favicon
- Font, ukuran, warna
- Formulir untuk mengirimkan informasi
- Frame dan IFrames
- Gambar
- Integrasi dengan aplikasi desktop lainnya
- Offline browsing terhadap isi web yang sudah dicache terlebih dahulu
- Java applet
- JavaScript untuk isi yang lebih dinamis
- Pengaturan Download
- Penyaringan iklan (Ad filtering)
- Plug-in
- Sejarah kunjungan ke halaman-halaman web terakhir
- Session management
- Tabbed browsing
- Tabel
- XHTML dan XML
- DHTML
- HTTPS
"Small-Screen
Rendering" ("penampilan pada Layar-Kecil") dari Opera adalah suatu cara memformat ulang halaman web agar dapat masuk ke dalam layar yang
kecil, misalnya dalam sebuah ponsel, sekaligus operasi
gulung (scroll) horisontal tidak diperlukan lagi.
Peramban web menurut pangsa pasar
Negara-negara
berdasarkan peramban web yang terbanyak digunakan pada 2011. Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera,
Google Chrome.
Data berikut
ini yang diperoleh onestat.com menunjukkan proporsi panguna yang menggunakan
satu dari peramban-peramban utama. Data tersebut - yang dikumpul pada November
2004 - diperoleh dengan melihat string agen pengguna 2.000.000 pengguna
yang mengunjungi berbagai situs-situs web yang berbeda di 100 negara.
(Perlu
diperhatikan bahwa statistik ini tidak dapat dijadikan pegangan untuk
menunjukkan penggunaan sebenarnya karena adanya sesuatu yang dinamakan
"pembohongan agen
pengguna". Kadang-kadang peramban non-IE dikonfigurasikan untuk
"berbohong" mengenai identifikasi mereka agar dapat mengakses
situs-situs web yang akan memblokir mereka jika hal demikian tidak dilakukan.
Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa Internet Explorer milik Microsoft
sebenarnya sedikit kurang dominan daripada angka-angka yang ditunjukkan di
bawah ini)
Browser-browser berbasis Microsoft Internet Explorer: 88.9% (93.9% pada Mei 2004)
Versi 7.0 : 1 % dari
keseluruhan
Versi 6.0:
80.95% (69.3%) dari keseluruhan
Versi 5.5: 4.18% (12.9%)
Versi 5.0: 3.66% (10.8%)
Browser-browser berbasis Mozilla (termasuk versi-versi terbaru Netscape):
7.35% (2.1%)
Mozilla Firefox 0.10 (Preview 1.0):
2.79%
Mozilla 1.x: 2.77%
Mozilla Firefox 1.0: 1.79%
Opera: 1.33%
Versi 7.x: 1.29% (1.02%)
Safari: 0.91%
(0.71%)
Agastya Web Browser: 0.2% (0.1,5%)
Dominasi Internet Explorer mulai jatuh dengan diperkenalkannya browser Firefox. Sejak statistik di atas dikeluarkan, Mozilla Firefox telah mengambil pangsa pasar dari IE dengan cepat, dengan jumlah penggunanya meningkat hampir dua kali lipat dalam waktu kurang dari 6 bulan.
Statistik
penggunaan berbeda banyak dari suatu situs ke lainnya. Contohnya Opera
mempunyai bagian hampir 20% pada Wikipedia Rusia dan Norwegia.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Peramban_web
Sabtu, 05 November 2011
Pelapisan Sosial Dalam Masyarakat
Stratifikasi
sosial merupakan suatu konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota
masyarakat dibedakan berdasarkan status yang dimilikinya. Status yang dimiliki
oleh setiap anggota masyarakat ada yang didapat dengan suatu usaha (achievement
status) dan ada yang didapat tanpa suatu usaha (ascribed status). Stratifikasi
berasal dari kata stratum yang berarti strata atau lapisan dalam bentuk jamak.
Segala sesuatu dapat dijadikan dasar stratifikasi sosial jika sesuatu itu dianggap bernilai atau berharga dibandingkan dengan yang lain. Stratifikasi sosial dapat terbentuk berdasarkan : kekayaan (ekonomi), pendidikan, kekuasaan, atau keturunan. Masyarakat masih lebih menghargai orang yang memiliki kekayaan berlimpah daripada orang yang tidak memiliki kekayaan sama sekali. Jika ini yang terjadi maka dikatakan dasar stratifikasi sosial adalah kekayaan atau ekonomi. Stratifikasi seperti ini disebut kelas sosial.Kelas sosial adalah stratifikasi sosial berdasarkan ekonomi (Barger, 1980). Kita tidak dapat melepaskan dimensi ekonomi dari dimensi pekerjaan dan pendidikan. Pekerjaan dengan penghasilannya merupakan bagian penting dari ekonomi. Pendidikan menjadi syarat bagi pekerjaan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan (Jeffriws, 1980).Jika anda diminta memilih menjadi presiden atau tukang parkir, mana yang anda pilih?Tentu anda memilih menjadi presiden karena anda memandang kekuasaan. Tukang parkir memiliki kekuasaan seluas wilayah parkir, sedang presiden memiliki kekuasaan seluas negara. Kalau kita lihat masyarakat Yogya dan Solo, penghormatan terhadap raja dan keluarganya sangat besar.
Segala sesuatu dapat dijadikan dasar stratifikasi sosial jika sesuatu itu dianggap bernilai atau berharga dibandingkan dengan yang lain. Stratifikasi sosial dapat terbentuk berdasarkan : kekayaan (ekonomi), pendidikan, kekuasaan, atau keturunan. Masyarakat masih lebih menghargai orang yang memiliki kekayaan berlimpah daripada orang yang tidak memiliki kekayaan sama sekali. Jika ini yang terjadi maka dikatakan dasar stratifikasi sosial adalah kekayaan atau ekonomi. Stratifikasi seperti ini disebut kelas sosial.Kelas sosial adalah stratifikasi sosial berdasarkan ekonomi (Barger, 1980). Kita tidak dapat melepaskan dimensi ekonomi dari dimensi pekerjaan dan pendidikan. Pekerjaan dengan penghasilannya merupakan bagian penting dari ekonomi. Pendidikan menjadi syarat bagi pekerjaan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan (Jeffriws, 1980).Jika anda diminta memilih menjadi presiden atau tukang parkir, mana yang anda pilih?Tentu anda memilih menjadi presiden karena anda memandang kekuasaan. Tukang parkir memiliki kekuasaan seluas wilayah parkir, sedang presiden memiliki kekuasaan seluas negara. Kalau kita lihat masyarakat Yogya dan Solo, penghormatan terhadap raja dan keluarganya sangat besar.
1.Dimensi Stratifikasi Sosial
Untuk menjelaskan stratifikasi sosial ada tiga dimensi yang dapat dipergunakan yaitu : privilege, prestise, dan power. Ketiga dimensi ini dapat dipergunakan sendiri-sendiri, namun juga dapat didigunakan secara bersama.
Karl Marx menggunakan satu dimensi, yaitu privilege atau ekonomi untuk membagi masyarakat industri menjadi dua kelas, yaitu kelas Borjuis dan Proletar. Sedangkan Max Weber, Peter Berger, Jeffries dan Ransford mempergunakan ketiga dimensi tersebut. Dari penggunaan ketiga dimensi tersebut Max Weber memperkenalkan konsep : kelas, kelompok status, dan partai.
Kelas sosial merupakan suatu pembedaan individu atau kelompok berdasarkan kriteria ekonomi. Untuk mendalami kelas sosial ini Soerjono Soekanto memberikan 6 kriteria tradisional.
Menurut Horton and Hunt keberadaan kelas sosial dalam masyarakat berpengaruh terhadap beberapa hal, diantaranya adalah identifikasi diri dan kesadaran kelas sosial, pola-pola keluarga, dan munculnya simbol status dalam masyarakat.
Bentuk stratifikasi dapat dibedakan menjadi bentuk lapisan bersusun yang diantaranya dapat berbentuk piramida, piramida terbalik, dan intan. Selain lapisan bersusun bentuk stratifikasi dapat juga diperlihatkan dalam bentuk melingkar. Bentuk stratifikasi melingkar ini terutama berkaitan dengan dimensi kekuasaan.
Ada tiga cara yang dapat kita lakukan untuk bisa mengetahui bentuk dari stratifikasi sosial. Ketiga cara tersebut adalah dengan pendekatan objektif, pendekatan subyektif, dan pendekatan reputasional.
Untuk menjelaskan stratifikasi sosial ada tiga dimensi yang dapat dipergunakan yaitu : privilege, prestise, dan power. Ketiga dimensi ini dapat dipergunakan sendiri-sendiri, namun juga dapat didigunakan secara bersama.
Karl Marx menggunakan satu dimensi, yaitu privilege atau ekonomi untuk membagi masyarakat industri menjadi dua kelas, yaitu kelas Borjuis dan Proletar. Sedangkan Max Weber, Peter Berger, Jeffries dan Ransford mempergunakan ketiga dimensi tersebut. Dari penggunaan ketiga dimensi tersebut Max Weber memperkenalkan konsep : kelas, kelompok status, dan partai.
Kelas sosial merupakan suatu pembedaan individu atau kelompok berdasarkan kriteria ekonomi. Untuk mendalami kelas sosial ini Soerjono Soekanto memberikan 6 kriteria tradisional.
Menurut Horton and Hunt keberadaan kelas sosial dalam masyarakat berpengaruh terhadap beberapa hal, diantaranya adalah identifikasi diri dan kesadaran kelas sosial, pola-pola keluarga, dan munculnya simbol status dalam masyarakat.
Bentuk stratifikasi dapat dibedakan menjadi bentuk lapisan bersusun yang diantaranya dapat berbentuk piramida, piramida terbalik, dan intan. Selain lapisan bersusun bentuk stratifikasi dapat juga diperlihatkan dalam bentuk melingkar. Bentuk stratifikasi melingkar ini terutama berkaitan dengan dimensi kekuasaan.
Ada tiga cara yang dapat kita lakukan untuk bisa mengetahui bentuk dari stratifikasi sosial. Ketiga cara tersebut adalah dengan pendekatan objektif, pendekatan subyektif, dan pendekatan reputasional.
2. Perbedaan
sistem pelapisan menurut sifatnya
Menurut
sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:
1) Sistem
pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
- Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan pendeta;
- Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
- Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
- Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
- Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.
Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
- Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan pendeta;
- Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
- Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
- Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
- Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.
2) System
pelapisan masyarakat yang terbuka
Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:
- Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
- Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.
Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:
- Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
- Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.
3) System
pelapisan social campuran
Stratifikasi sosial c a m p u r a n m e r u p a k a n kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali b e r k a s t a Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.
Stratifikasi sosial c a m p u r a n m e r u p a k a n kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali b e r k a s t a Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.
3. Beberapa
teori tentang pelapisan sosial
Bentuk
konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi
pelapisan masyarakat seperti:
a. Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
b. Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
c. Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
a. Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
b. Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
c. Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
Para
pendapat sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan
teori-teori tentang pelapisan masyarakat. seperti:
• Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.
• Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
• Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite.
• Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.
• Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
Dari apa yang diuraikan diatas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakatke dalam lapisan-lapisan sosial adalah sebagai berikut :
• Ukuran kekayaan :Ukuran kekayaan dapat dijadikan suatu ukuran; barangsiapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, temasuk lapisan sosial paling atas.
• Ukuran kekuasaan : Barangsiapa yang mempunyai kekuasaan atau wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas
• Ukuran kehormatan : ukuran kehormatan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati, menduduki lapisan sosial teratas.
• Ukuran ilmu pengetahuan : Ilmu pengetahuan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Ukuran ini kadang-kadang menjadi negatif, karena ternyata bukan ilmu yang menjadi ukuran tetapi gelar kesarjanaannya. Sudah tentu hal itu mengakibatkan segala mecam usaha untuk mendapatkan gelar tersebut walaupun secara tidak halal.
Ukuran-ukuran diatas tidaklah bersifat limitatif (terbatas),tetapi masih ada ukuran-ukuran lain yang dapat dipergunakan. Akan tetapi, ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.
• Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.
• Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
• Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite.
• Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.
• Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
Dari apa yang diuraikan diatas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakatke dalam lapisan-lapisan sosial adalah sebagai berikut :
• Ukuran kekayaan :Ukuran kekayaan dapat dijadikan suatu ukuran; barangsiapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, temasuk lapisan sosial paling atas.
• Ukuran kekuasaan : Barangsiapa yang mempunyai kekuasaan atau wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas
• Ukuran kehormatan : ukuran kehormatan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati, menduduki lapisan sosial teratas.
• Ukuran ilmu pengetahuan : Ilmu pengetahuan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Ukuran ini kadang-kadang menjadi negatif, karena ternyata bukan ilmu yang menjadi ukuran tetapi gelar kesarjanaannya. Sudah tentu hal itu mengakibatkan segala mecam usaha untuk mendapatkan gelar tersebut walaupun secara tidak halal.
Ukuran-ukuran diatas tidaklah bersifat limitatif (terbatas),tetapi masih ada ukuran-ukuran lain yang dapat dipergunakan. Akan tetapi, ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.
4. Dampak
dari pelapisan sosial
Adanya pelapisan sosial dapat pula mengakibatkan atau mempengaruhi tindakan-tindakan warga masyarakat dalam interaksi sosialnya. Pola tindakan individu-individu masyarakat sebagai konsekwensi dari adanya perbedaan status dan peran sosial akan muncul dengan sendirinya.
Adanya pelapisan sosial dapat pula mengakibatkan atau mempengaruhi tindakan-tindakan warga masyarakat dalam interaksi sosialnya. Pola tindakan individu-individu masyarakat sebagai konsekwensi dari adanya perbedaan status dan peran sosial akan muncul dengan sendirinya.
Ø Dampak positif
Pelapisan sosial merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Pelapisan sosial memberikan dampak positif jika dilakukan untuk mencapai tujuan bersama, dengan adanya pelapisan sosial mayarakat dalam satu organisasi dituntut untuk dapat menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak mereka. Dengan system pelapisan sosial ini, maka akan terjalin kerja sama yang bersifat mutualisme.
Pelapisan sosial merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Pelapisan sosial memberikan dampak positif jika dilakukan untuk mencapai tujuan bersama, dengan adanya pelapisan sosial mayarakat dalam satu organisasi dituntut untuk dapat menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak mereka. Dengan system pelapisan sosial ini, maka akan terjalin kerja sama yang bersifat mutualisme.
Ø Dampak negative
Pelapisan sosial bagi sebagian kalangan merupakan dampak negative. Terjadinya kesenjangan sosial antar kalangan dalam masyarakat merupakan bukti kongkrit bahwa pelapisan sosial memberikan dampak buruk. Ideology seperti inilah yang membuat terjadinya banyak keributan dan permasalahan yang berasal dari sikap kesenjangan sosial. Kalangan kelas atas yang memandang rendah kalangan bawah semakin memperparah situasi, masyarakat bawah yang tidak menerima dirinya berada di bawah merasa cemburu kepada orang lain yang berada di atas. Akibatnya, terjadilah tindakan-tindakan kriminal. Sikap saling tidak menghargai orang lain seperti itu dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.
Pelapisan sosial bagi sebagian kalangan merupakan dampak negative. Terjadinya kesenjangan sosial antar kalangan dalam masyarakat merupakan bukti kongkrit bahwa pelapisan sosial memberikan dampak buruk. Ideology seperti inilah yang membuat terjadinya banyak keributan dan permasalahan yang berasal dari sikap kesenjangan sosial. Kalangan kelas atas yang memandang rendah kalangan bawah semakin memperparah situasi, masyarakat bawah yang tidak menerima dirinya berada di bawah merasa cemburu kepada orang lain yang berada di atas. Akibatnya, terjadilah tindakan-tindakan kriminal. Sikap saling tidak menghargai orang lain seperti itu dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.
Dari
poin-poin diatas dapat kita simpulkan bahwa pelapisan sosial memang tidak dapat
terlepas dalam kehidupan bermasyarakat. Tapi bukan berarti pelapisan sosial
malah merenggangkan dan mejadikan kesenjangan sosial dimasyarakat. Saling
menghargai dan menghormati kewajiabn dan hak orang lain adalah solusi untuk
masalah pelapisan sosial ini
Sumber :
http://dh3m0echan.wordpress.com/2011/01/02/31/http://keyrenz.wordpress.com/2009/11/22/pelapisan-sosial-masyarakat/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080726000824AAniZP7
Hubungan Antara Hukum,Negara dan Pemerintahan
Di suatu negara pasti mempunyai suatu sistem
pemerintahan dan landasan hukum,itu pun di masing-masing negara,bentuk
pemerintahan dan hukumnya tidak semua sama.Sebelum kita jauh membahas hubungan antara hukum,negara,dan pemerinatahan,kita harus mendefenisikan
masing-masing rangkaian tersebut.
1.Hukum
adalah sistem yang terpenting dalam
pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan.Dari bentuk penyalahgunaan
kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan
bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat
terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara
negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja
bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan
politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif
hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara
hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan
mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf
Aristotle menyatakan bahwa "Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik
dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela". Hukum di
bagi menjadi 3 yaitu:
1.Hukum pidana
Hukum pidana
termasuk pada ranah hukum publik. Hukum pidana adalah hukum yang mengatur
hubungan antar subjek hukum dalam hal perbuatan - perbuatan yang diharuskan dan
dilarang oleh peraturan perundang - undangan dan berakibat diterapkannya sanksi
berupa pemidanaan dan/atau denda bagi para pelanggarnya. Dalam hukum pidana
dikenal 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran. Kejahatan ialah
perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan peraturan perundang - undangan
tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa keadilan
masyarakat. Pelaku pelanggaran berupa kejahatan mendapatkan sanksi berupa
pemidanaan, contohnya mencuri, membunuh, berzina, memperkosa dan sebagainya.
Sedangkan pelanggaran ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh peraturan
perundangan namun tidak memberikan efek yang tidak berpengaruh secara langsung
kepada orang lain, seperti tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk
pengaman dalam berkendaraan, dan sebagainya.
2.Hukum
Perdata
Adalah suatu bidang hukum yang mengatur
hubungan-hubungan antara individu-individu dalam masyarakat dengan
saluran tertentu, misal di dalam keluarga.
3.Hukum
Acara
Merupakan ketentuan yang mengatur bagaimana cara dan
siapa yang berwenang menegakkan hukum materiil dalam hal
terjadi pelanggaran terhadap hukum materiil.
2.Negara
Negara adalah suatu wilayah di
permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik,militer,ekonomi,sosial maupun budayanya
diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan
suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua
individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
Syarat-syarat
terbentuknya suatu negara:
1.Syarat
primer
sebuah
negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang
berdaulat.
2.
Syarat sekunder
Haruslah
mendapat pengakuan dari negara lain yang berdaulat,dalam hal ini Mesir tercatat
sebagai negara pertama yang mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia. Hal ini
tidak terlepas dari kedekatan emosional tokoh-tokoh nasional seperti, M.
Natsir, Sutan Syahrir, H. Agus Salim dll dengan tokoh-tokoh pergerakkan Islam
di Mesir seperti Hasan Albana dengan gerakkan Ikhwanul Muslimin yang juga turut
memperjuangkan kemerdekaan bumi-bumi Islam yang lainnya. Negara-negara yang
tercatat sebagai pemberi pengakuan pertama kepada RI selain Mesir adalah Syria,
Iraq, Lebanon, Yaman, Saudi Arabia dan Afghanistan. Selain negara-negara
tersebut Liga Arab (Arab League) juga berperan penting dalam Pengakuan RI.
Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946
menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab (Arab League) supaya
mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat. Alasan Liga Arab
memberikan dukungan kepada Indonesia merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan,
persaudaraan serta kekeluargaan.
3.Pemerintahan
Indonesia adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republic dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer. Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan. Walaupun ± 90% penduduknya beragama islam, Indonesia bukanlah sebuah negara islam.
Cabang eksekutif dipimpin oleh seorang Presiden yang merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang dibantu oleh seorang Wakil Presiden yang kedudukannya sebagai pembantu presiden diatas para menteri yang juga pembantu presiden. Kekuasaan legislatif dibagi di antara dua kamar di dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR yaitu, Dewan Perwakilan Rakyat/DPR dan Dewan Perwakilan Daerah/DPD. Cabang yudikatif terdiri dari Mahkamah Agung/MA yang dan sebuah Mahkamah Konstitusi/MK yang secara bersama-sama memegang kekuasaan kehakiman. Kekuasaan Inspektif dikendalikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang memiliki perwakilan disetiap Provinsi dan Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Republik Indonesia.
Hubungan
antara Negara pemerintahan dan hukum sangatlah erat, Negara membutuhkan
pemerintahan untuk menggerakan tujuan Negara, sedangkan pemerintahan dalam
aspek manapun butuh dan harus dilandaskan oleh hukum untuk membatasi pemerintah
agar tidak bertindak sewenang – wenang terhadap kekuasaanya, pemerintah berhak
mengatur warga Negara untuk mau dan melakukan apa yang diinginkan pemerintah
demi menuju Negara yang lebih baik.
Sebagai
warga Negara yang baik kita haruslah patuh akan peraturan yang dibuat
pemerintah, sekiranya ada kebijakan pemerintah yang tidak memuaskan dalam
Negara ini kita diberi hak untuk menyatakan pendapat secara baik namun sekali
lagi kita berada di Negara hukum, maka setiap perbuatan dan perilaku kita
haruslah sesuai aturan yang berlaku.
Sumber:
Kebudayaan Suatu Daerah
Bicara
kebudayaan pastinya Indonesia juaranya jadi tidak perlu jauh-jauh membahas
kebudayaan negara lain,toh belum pasti kita mengenal dan mengetahui kebudayaan Indonesia secara
keseluruhan.Karena seiring perkembangan zaman,anak muda sekarang ini lebih
menyenangi dan mengikuti tren budaya yang kebarat-baratan dan mulai melupakan
kebudayaan indonesia dengan nilai-nilai yang luhur yang menjunjung tinggi kesopanan dan akhlak yang baik,nilai-nilai
luhur yang susah payah di bentuk selama ribuan tahun untuk menjadi landasan
manusia Idonesia untuk bersikap ,benar-benar miris,barulah kita sadar dan
berang ketika budaya yang sebagai identitas bangsa di mata dunia di klaim
dengan mudahnya oleh negara lain yang sedang mengalami krisis identitas,jangan
sampai itu terjadi lagi mulailah cintai budaya sendiri agar identitas Indonesia
sebagai negara yang mempesona layaknya zambrut khatulistiwa tidak memudar.Sebelum
kita jauh membahas tentang kebudayaan
suatu daerah kita harus memahami arti kebudayaan itu sendiri.Budaya berasal
dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi.Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit,termasuk sistem agama dan politik,adat
istiadat,bahasa,perkakas,pakaian, bangunan,dan karya seni bahasa,sebagaimana
juga budaya,merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomumikasi dengan
orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya
adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa
alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari
budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan
oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya
sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda
dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika
"keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif"
di Cina.
Citra budaya
yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman
mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang
dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa
bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan
demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku
orang lain.
Dalam
Tulisan ini saya akan mendeskripsikan satu kebudayaan nusantara yang sangat
menarik untuk di amati yaitu kebudayaan Tengger.Suku tengger adalah suku yang
tinggal disekitar gunung bromo, jawa timur yakni menempatati sebagian wilayah
kabupaten pasuruan, kabupaten probolinggo, dan kabupaten malang. Komunitas suku
tengger berkisar antara 500 ribu orang yang tersebar di tiga kabupaten
tersebut. Etnis yang paling terdekat dengan suku tengger adalah suku jawa namun
terdapat perbedaan yang sangat menonjol antara keduanya, terutama dari sistem kebudayaannya.
A.
Asal usul terbentuknya Suku Tengger
Suku tengger
terbentuk sekitar abad ke sepuluh saat kerajaan majapahit mengalami kemunduran
dan saat Islam mulai menyebar. Pada saat itu kerajaan majapahit diserang dari
berbagai daerah, sehingga bingung mencari tempat pengungsian. Demikian juga
dengan dewa-dewa mulai pergi bersemayam di sekitar gunung bromo, yaitu dilereng
gunung pananjakan, di sekitar situ juga tinggal seorang pertapa yang suci.
Suatu hari istrinya melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan, wajahnya
bercahaya, menampakan kesehatan dan kekuatan yang luar biasa. Untuk itu anak
tersebut diberi nama Joko Seger, yang artinya joko yang sehat dan kuat.
Disekitar
gunung itu juga lahir bayi perempuan titisan dewa, wajahnya cantik dan elok,
waktu dilahirkan bayi itu tidak menangis, diam dan begitu tenang. Sehingga anak
tersebut diberi nama Roro Anteng, yang artinya Roro yang tenang dan pendiam.
Semakin hari Joko Seger tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa begitupun Roro
Anteng juga tumbuh menjadi seorang perempuan yang cantik dan baik hati. Roro
Anteng telah terpikat pada Joko Seger, namun pada suatu hari ia dipinang oleh
seorang Raja yang terkenal sakti, kuat, dan jahat. Sehingga ia tidak berani
menolak lamarannya. Kemudian Roro Anteng mengajukan persyaratan pada pelamar
itu agar dibuatkan lautan di tengah gunung dalam waktu satu malam. Pelamar itu
mengerjakan dengan alat sebuah tempurung kelapa (batok kelapa). Dan pekerjaan
itu hampir selesai, melihat kenyataan itu hati Roro Anteng gelisah dan memikirkan
cara menggagalkannya, Kemudian Roro Anteng mulai menumbuk padi ditengah malam.
Sehingga membangunkan ayam-ayam, ayam-ayam pun mulai berkokok seolah-olah fajar
sudah menyingsing. Raja itu marah karena tidak bisa memenuhi permintaan Roro
Anteng tepat pada waktunya. Akhirnya batok yang ia gunakan untuk mengeruk pasir
tersebut dilemparnya hingga tertelungkup di dekat gunung bromo dan berubah
menjadi sebuah gunung yang dinamakan gunung batok. Dengan kegagalan raja tadi
akhirnya Roro Anteng menikah dengan Joko Seger. Dan membangun sebuah pemukiman
kemudian memerintah dikawasan tengger tersebut dengan nama Purbowasesa
Mangkurat Ing Tengger. Yang artinya Penguasa Tengger yang budiman. Nama tengger
di ambil dari gabungan akhir suku kata Roro Anteng dan Joko Seger. Tengger juga
berarti moral tinggi, simbol perdamaian abadi.
Roro Anteng
dan Joko Seger belum juga dikaruniai momongan setelah sekian tahun menikah,
maka diputuskan untuk naik kepuncak gunung bromo. Tiba-tiba ada suara gaib
menyatakan jika mereka ingin mempunyai anak mereka harus bersemedi agar doa nya
terkabul dengan syarat apabila mendapatkan keturunan anak bungsu harus
dikorbankan ke kawah gunung bromo. Akhirnya merekapun mendapatkan keturunan 25
orang putra dan putri. Namun Roro Anteng mengingkari janjinya maka terjadilah
gunung bromo menyemburkan api, dan anak bungsunya “Kesuma” dijilat api dan
masuk ke kawah gunung bromo, kemudian terdengarlah suara gaib, bahwa kesuma
telah dikorbankan, dan Hyang Widi telah menyelamatkan seluruh penduduk, maka penduduk
harus hidup tentram damai dengan menyembah Hyang Widi, selain penduduk juga di
peringatkan bahwa setiap bulan kasada pada hari ke empat belas mengadakan
sesaji ke kawah gunung bromo, dan kebiasaan tersebut diikuti sampai sekarang
oleh masyarakat tengger dengan mengadakan upacara yang disebut Kesada setiap
tahunnya.
B.
Sistem Kebudayaan Suku Tengger.
Menurut C
Kluckhon dalam bukunya categories of culture menemukakan sistem kebudayaan yang
secara Universal dimiliki oleh seluruh masyarat didunia, yang unsur-unsurnya
meliputi sistem bahasa , sistem kesenian, sistem teknologi, sistem religi,
sistem kemasyarakatan, sistem pengetahuan dan sistem mata pencarian. Pada
masyarakat suku Tengger Unsur-unsur kebudayaan universial itu sebagai berikut :
1.Sistem Bahasa
Bahasa yang digunakan oleh suku
tengger adalah bahasa jawa tapi dialek yang digunakan berbeda yaitu dialek
tengger. Dialek tengger dituturkan di daerah gunung brom termasuk di wilayah
pasuruan, probolinggo, malang dan lumanjang. Dialek ini dianggap turunan bahasa
kawi, dan banyak mempertahankan kalimat-kalimat kuno yang sudah tidak digunakan
dalam bahasa jawa modern.
2.Sistem Kesenian
- Seni Tari
Tari yang biasa dipentaskan adalah
tari Roro Anteng dan Joko Seger yang dimulai sebelum pembukaan upacara Kasada.
- Seni bangunan
Bangunan untuk peribadatan berupa
pura disebut punden, danyam, dan poten. Poten adalah sebidang tanah dilautan
pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Poten dibagi menjadi tiga
mandala atau zone yaitu :
1. mandala utama disebut jeroan
yaitu tempat pelaksanaan pemujaan yang terdiri dari padma, bedawang, nala,
bangunan sekepat, dan kori agung candi bentar.
2. mandala madya atau zone tengah,
disebut juga jaba tengah yaitu tempat persiapan pengiring upacara yang terdiri
dari kori agung candi bentar bale kentongan, dan Bale Bengong.
3. mandala nista atau zone depan,
disebut juga jaba sisi yaitu tempat peralhian dari luar kedalam pura yang
terdiri dari bangunan candi bentar dan bangunan penunjang lainnya.
3.Sistem Teknologi
Seiring dengan banyak pengaruh yang
masuk kedalam masyarakat tradisional seperti melalui pariwisata atau teknolgi
komunikasi terilah culturual change dan perubahan kebudayaan sehingga sistem
teknologi juga berkembang seperti halnya masyarakat jawa modern.
4.Sistem Religi
Agama yang dianut sebagian besar
suku tengger adalah Hindu, Islam dan Kristen. Masyarakat tengger dikenal taat
dengan aturan agama Hindu. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari
majapahit. Gungung brahma (Bromo) dipercayai sebagai gunung suci dengan
mengadakan berbagai macam upacra-upacara yang dipimpin oleh seorang dukun yang
sangat dihormati dan disegani. Masyarakat tengger bahkan lebih memilih tidak
mempunyai kepala pemerintahan desa dari pada tidak memiliki pemimpin ritual.
Para dukun pandita tidak bisa di jabat oleh sembarang orang, banyak persyaratan
yang harus dipenuhi sebagai perantara doa-doa mereka. Upacara-upacara yang
dilakukan masyarakat tengger diantaranya.
a.
Yahya kasada, Upacara ini ilakukan pada 14 bulan
kasada, mereka membawa ongkek yang berisi sesaji dari hasil pertanian, ternak
dan sebagainya. Lalu dilemparkan kekawah gunung bromo agar mendapatkan berkah
dan diberikan keselamatan oleh yang maha kuasa.
seorang tokoh masyarakat suku tengger (Dukun) sedang melafalkan mantra
sejumlah masyarakat suku tengger berusaha menangkap sesajen yang di lemparkan ke kawah Gunung Bromo
b. Upacara Karo, Hari raya terbesar masyarakat tngger aalah upacara karo atau hari raya karo. Masyarakat menyambutnya dengan suka cita dengan membeli pakaian baru, perabotan, makan, minuman, melimpah, dengan tujuan mengadakan pemujaan terhadap sang Hyang Widi Wasa.
c.
Upacara Kapat, jatuh pada bulan ke empat, bertujuan
untuk memohon brekah keselamatan serta selamat kiblat, yaitu pemujaan terhadap
arah mata angin.
d.
Upacara kawalu, jatuh pada bulan kedelapan, masyarakat
mengirimkan sesaji ke kepala desa, dengan tujuan untuk kesehatan Bumi, air,
api, angin, matahari, bulan dan bintang.
e.
Upacara kasanga, jatuh pada bulan kesembilan.
Masyarakat berkelilling desa dengan membunyikan kentongan dan membawa obor
tujuannya adalah memohon keselamatan.
f.
Upacara kasada, Jatuh pada saat bulan Purnama (ke dua
belas) tahun saka, Upacara ini isebut sebagai upacara kuban
g.
Upacara Unan, Unan, diadakan lima tahun sekali dengan
tujuan mengaaan penghormatan terhadap roh leluhur.
5.Sistem Kemasyarakatan
Masyarakat tengger menjungjung
tinggi nilai persamaan, demokrasi, dan kehidupan masyarakat, sosok seorang
pemimpin spritual seperti duun lebih disegani dari pada pemimpin administratif.
Masyarakat tengger memunyai hukum sendiri diluar hukum formal yang berlaku alam
negara. Dengan hukum itu mereka sudah bisa mengatur an mengendalikan berbagi
persoalan dalam kehidupan masyarakatnya.
6.Sistem Pengetahuan
Sistem
Pengetahuan masyarakat tengger pada umumnya masih tradisional, an masih
berorientasi paa kebudayan lama, namun karna aanya pengaruh dari luar melalui
pariwisata maupun komunikasi maka sistem pengetahuannya sudah mulai mengacu ke
sistem pengetahuan yang modern.
7.Sistem Mata Pencarian
Sistem mata pencarian masyarakat
suku tengger kebanyakan adalah petani dan penambang, tanaman yang diusahakan
adalah sayur-sayuran sedangakan dalam hal penambangan, yang ditambang adalah
pasir dan belerang.
ILMU PENGETAHUAN DAN KLASIFIKASINYA
Sebelum kita membahas tentang
klasifikasi ilmu pengetahuan,kita harus lebih dulu mengerti tentang apa yang di
maksud ilmu dan pengetahuan itu sendiri.A.Thomson dalam Sidi Gazalba
menggambarkan ilmu adalah pelukisan fakta-fakta pengalaman secara lengkap dan
konsisten dalam istilah-istilah yang sesederhana mungkin.Pelukisan secara
lengkap dan konsisten itu melalui tahap pembentukan definisi,melakukan
analisa,melakukan pengklasifikasian dan melakukan pengkajian.Sementara Jujun S.Suriasumantri
menggambarkan dengan sangat sederhana namun penuh makna, ilmu merupakan
pengetahuan yang kita gumuli sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan
lanjutan dan perguruan tinggi.Beerling Kwee, Mooij dan Van Peursen
menggambarkan lebih luas,ilmu timbul berdasarkan atas hasil penyaringan,
pengaturan,kuantifikasi,obyektivasi,singkatnya berdasarkan atas hasil
pengolahan secara metodologi terhadap arus bahan-bahan pengalaman yang dapat
dikumpulkan.Dengan demikian ilmu adalah kumpulan pengetahuan secara holistic
yang tersusun secara sistematis yang teruji secara rasional dan terbukti
empiris.Ukuran kebenaran ilmu adalah rasionalisme dan empirisme sehingga
kebenaran ilmu bersifat rasional dam empiris,atau pengetahuan yang terorganisasi yang diperoleh lewat proses
tersebut.Perolehan sistematis ini umumnya berupa metode ilmiah,dan sistem
tersebut umumnya adalah alam semesta.Dalam pengertian ini,ilmu sering disebut
sebagai sains yang dapat dibuktikan kebenarannya.Sementara pengetahuan bisa diartikan
sebagai informasi atau yang diketahui atau disadari olehseseorang.Pengetahuan
termasuk,tetapi tidak dibatasi pada deskripsi,hipotesis,konsep,teori,prinsip dan
prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna,atau dapat
juga di artikan sebagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia dengan
pengamatan inderawi yaitu ketika seseorang menggunakan alat indera dan akalnya untuk
merasakan benda atau kejadian yang belum dia temui sebelumnya.
Terdapat perbedaan antara imlu
pengetahuan dan pengetahuan biasa yaitu:
-Pengetahuan biasa (knowledge) :
tidak memandang sebab-sebabnya,tidak mencari rumusan secara obyektif, tidak
menyelidiki obyeknya, tidak ada sintesis, tidak bermetode dan bersistem.
-Ilmu pengetahuan (science) :
mementingkan sebab-sebabnya,mencari rumusan, menyelidiki obyek, melakukan
sintesis, bermetode dan bersistem.
Perbedaan antara ilmu pengetahuan dengan pengetahuan
biasa terlihat dari sifat sistematik dan cara memperolehnya.
Seiring perkembangan zaman
klasifikasi ilmu pengetahuanpun tidak luput dari perubahan, terdapat
banyak pandangan yang terkait dengan klasifikasi ilmu pengetahuan yang dapat
kita temui.
Pengklasifikasian ilmu pengetahuan menurut subyeknya
dan obyeknya.
Menurut subyeknya:
1) Teoritis
a.
Nomotetis adalah ilmu yang menetapkan hukum-hukum yang
universal berlaku, mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya dan mencoba
menemukan unsur-unsur yang selalu terdapat kembali dalam segala pernyataannya
yang konkrit bilamana dan di mana saja, misalnya adalah ilmu alam, ilmu kimia,
sosiologi, ilmu hayat dan sebagianya.
b.
Ideografis (ide: cita-cita, grafis: lukisan), ilmu yang
mempelajari obyeknya dalam konkrit menurut tempat dan waktu tertentu, dengan
sifat-sifatnya yang menyendiri (unik). Misalnya ilmu sejarah, etnografi (ilmu
bangsa-bangsa), sosiologi dan sebagainnya.
2)
Praktis (applied
science/ ilmu terapan)
ilmu yang langsung ditujukan kepada
pemakaian atau pengalaman pengetahuan itu, jadi menentukan bagaimanakah orang
harus berbuat sesuatu, maka ini pun diperinci lebih lanjut yaitu :
a.
Normatif,ilmu yang memesankan bagaimanakah kita harus berbuat, membebankan
kewajiban-kewajiban dan larangan-laramgan misalnya: etika (filsafat
kesusilaan/filsafat moral)
b. Positif,(applied dalam arti sempit) yaitu ilmu
yang mengatakan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu, mencapai hasil
tertentu. Misalnya adalah ilmu pertanian, ilmu teknik, ilmu kedokteran dan
sebagainnya.
Kedua macam ilmu pengetahuan ini saling melengkapi,
jadi walaupun dibedakan tetap tidak boleh dipisahkan. Kebanyakan ilmu
pengetahuan mempunyai bagian teoritis disamping bagian praktis, sehingga sering
sulit diterapkan dimana suatu ilmu harus dimasukkan dalam pembagian ini, ilmu
teoritis, biasannya dapat berdiri sendiri terlepas dari ilmu praktis,akan
tetapi ilmu praktis selalu mempunyai dasar yang teoritis.
Menurut Obyeknya (terutama obyek
formalnya atau sudut pandangnya)
1) Universal/umum:
meliputi keseluruhan yang ada,seluruh hidup manusa, misalnnya: teologi/agama
dan filsafat.
2)
Khusus:hanya mengenai salah satu lapangan tertentu dan
kehidupan manusia, jadi obyeknya terbatasa,hanya ini saja atau itu saja.inilah
yang biasannya disebut” ilmu pengetahuan”
a.
Ilmu-ilmu alam (natural scienses,
natuurwetenschappen)
Ilmu yang mempelajari barang-barang menurut keadaanya
di alam kodrat saja, terlepas dari pengaruh manusia dan mencari hukum-hukum
yang mengatur apa yang terjasi di dalam alam, jadi terperinci lagi menurut
obyeknya. Termasuk di dalamnya adalah: ilmu alam, ailmu fisika, ilmu kimia,
ilmu hayat dan sebainnya.
b.
Ilmu pasti (mathematics)
Ilmu yang memandang barang-barang, terlepas dari
isinya hanya menurut besarnya. Jadi mengadakan abstaraksi barang-barang itu.
Ilmunya dijabarkan secara logis berpangkal pada beberapa asas-asas dasar
(axioma).Termasuk di dalamnya adalah: ilmu pasti, ilmu ukur, ilmu hitung, ilmu
al jabar dan sebagainnya.
c. Ilmu-ilmu kerohanian / kebudayaan (geisteswisssen-schaften/social-sciences)
Ilmu yang mempelahari hal-hal dimana jiwa manusia
memegang peranan yang menentukan. Yang dipandang bukan barang-barang seperti di
alam dunia, terlepas dari manusia, melainkan justru sekadar mengalami pengaruh
dari manusia. Termasuk misalnnya: ilmu sejarah, ilmu mendidik, ilmu hukum ,
ilmu ekonomi, ilmu sosiologi, ilmu bahasa dan sebagainnya.
Ketiga macam ilmu pengetahuan ini juga dibeda-bedakan
tetapi jangan sampai dipisah-pisahkan, kerna memang berhubungan satu sama lain
dan saling mempengaruhi dan melengkapi.
D. Klasifikasi
Ilmu Pengetahuan Menurut Para Filsuf
Dalam sub tema ini, kami mengambil beberapa contoh
klasifikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf, antara lain :
1)
Cristian Wolff
Cristian Wolff mengklasifikasikan ilmu pengetahuan ke
dalam tiga kelompok besar , yakni ilmu pengetahuan empiris, matematika, dan
filsafat. Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut Cristian Wolff dapat diskemakan
sebagai berikut :
a.
Ilmu pengetahuan empiris
> Kosmologis empiris
> Psikologis empiris
b.
Matematika
> Murni : aritmatika,
geometri, aljabar
> Campuran : mekanika, dan lain-lain
c.
Filsafat
> Spekulatif (metafisika)
o
umum:ontologi
o
khusus: psikologi, kosmologi, theologi
> Praktis
o
intelek: logika
o
kehendak; ekonomi, etika, politik.
o
pekerjaan fisik: tekhnologi
2)
Auguste Comte
Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang
dikemukakan Auguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan itu sendiri,
yang menunjukkan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum
akan tampil terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang
semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin kongkret. Karena dalam
mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan, Auguste Comte memulai dengan
mengamati gejala-gejala yang paling sederhana, yaitu gejala yang letaknya
paling jauh dari suasana kehidupan sehari-hari. Urutan dalam penggolongan ilmu
pengetahuan Auguste Comte sebagai berikut:
- Ilmu pasti (matematika)
- Ilmu perbintangan (astronomi)
- Ilmu alam (fisika)
- Ilmu kimia
- Ilmu hayat (fisiologi atau biologi)
-Fisika sosial (sosiologi)
Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut
Auguste Comte secara garis besar dapat diklasifikasikan sebagi berikut:
> Ilmu
pengetahuan
a. Logika
(matematika murni)
b. Ilmu
pengetahuan empiris (astronomi, fisika, biologi, sosiologi)
> Filsafat
a.
Metafisika
b.
Filsafat ilmu pengetahuan
Fungsi dari ilmu atau pengetahuan
ilmiah adalah menjelaskan, meramal dan mengontrol. Sebagai contoh kaitan hutan
gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk meramalkan apa yang akan terjadi
sekiranya hutan-hutan terus ditebang sampai tidak tumbuh lagi. Sekiranya kita
tidak menginginkan timbulnya banjir sebagaimana diramalkan oleh penjelasan tadi
maka kita harus melakukan kontrol agar hutan tidak dibiarkan menjadi gundul.
Demikian juga jika kita mengetahui bahwa hutan-hutan tidak dtebang sekiranya
ada pengawasan, maka untuk mencegah banjir kita harus melakukan kontrol agar
kegiatan pengawasan dilakukan, agar dengan demikian hutan dibiarkan tumbuh
subur dan tidak mengakibatkan banjir.
Pengetahuan tentang kaitan antara hutan gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk bisa meramalkan apa yang akan terjadi dan berdasarkan ramalan tersebut kita bisa melakukan upaya untuk mengontrol agar ramalan itu menjadi kenyataan atau tidak.Secara garis besar ada empat jenis pola penjelasan:
Pengetahuan tentang kaitan antara hutan gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk bisa meramalkan apa yang akan terjadi dan berdasarkan ramalan tersebut kita bisa melakukan upaya untuk mengontrol agar ramalan itu menjadi kenyataan atau tidak.Secara garis besar ada empat jenis pola penjelasan:
1.Deduktif
Mempergunakan cara berfikir deduktif dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan sebelumnya.Contoh klasik misalnya,semua manusia adalah fana Socrates adalah manusia.Oleh sebab itu Socrates adalah fana.
Mempergunakan cara berfikir deduktif dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan sebelumnya.Contoh klasik misalnya,semua manusia adalah fana Socrates adalah manusia.Oleh sebab itu Socrates adalah fana.
2.Probalitas
Merupakan penjelasan yang ditarik
secara induktif dari sejumlah kasus yang dengan demikian tidak memberi
kepastian dimana penjelasan bersifat peluang seperti: kemungkinan,kemungkinan
besar,atau hampir dapat dipastikan.Misalnya jika ditanya, mengapa presiden John
Kenedy dibunuh?Kita bisa saja menjawab "mungkin pembunh itu dendam".
3.Fungsional/teleologis
3.Fungsional/teleologis
Merupakan penjelasan yang
meletakkan sebuah unsur dalam kaitannya dengan system secara keseluruhan yang
mempunyai karakteristik atau arah perkembangan tertentu.
Dalam Antropologi ini sering digunakan, misalnya mengapa anak-anak sekolah menghormati bendera? Penjelasan fungsional mungkin akan menjawab bahwa penghormatan tersebut akan menjadikan anak-anak itu lebih patriotik
Dalam Antropologi ini sering digunakan, misalnya mengapa anak-anak sekolah menghormati bendera? Penjelasan fungsional mungkin akan menjawab bahwa penghormatan tersebut akan menjadikan anak-anak itu lebih patriotik
4.Genetik
Menggunakan faktor-faktor yang ada
sebelumnya dengan menjelaskan gejala yang timbul kemudian.Misalnya mengapa
kelinci ini memiliki tiga warna yang berbeda,yaitu dengan meneliti induk dari
kelinci tersebut.
Sumber:
http://referensiagama.blogspot.com/2011/02/struktur-dan-klasifikasi-ilmu.html
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
