Rabu, 02 Oktober 2013

MANAJEMEN LIMBAH BENGKEL



Abstraksi
Melihat dari kebutuhan akan alat transportasi dan semakin di tunjang oleh adanya peningkatan daya beli masyarakat saat ini maka tidak heran kalau jumlah pembelian kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat melesat dari tahun ke tahun,tapi seiring peningkatan jumlah kendaraan bermotor pasti akan berpengaruh pada lingkungan sekitar.Maka dari itu penulis terdorong untuk menaganalisa pengolahan limbah bengkel.
 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Melihat dari banyaknya jumlah kendaraan bermotor pasti berdampak pada lingkungan,dalam tulisan ini penulis ingin mengangkat cara memanagemen limbah yang di hasilkan oleh bengkel dan cara menanggulangi limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan

1.2 Rumusan Masalah
1.Apa saja macam-macam limbah?
2.Bagaimana cara mengumpulkan limbah bengkel?
3.Bagaimana  cara membuang limbah bengkel dengan tepat?

1.3 .Tujuan
1.Untuk mengetahui cara memanagement limbah bengkel secara tepat dan benar
1.4 Landasan Teori
Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu

1.Macam-macam limbah berdasarkan wujudnya
·         Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk Gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), SO2,HCL,NO2. dan lain-lain.

·         Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: Air Hujan, Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.

·         Limbah padat merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya: Bungkus jajanan, plastik, ban bekas, dan lain-lain.

2.Pengumpulan limbah bengkel
Pengelolaan limbah bengkel yang benar dan efisien adalah dengan memisahkan jenis limbah mulai sejak awal. Pastikan limbah tidak tercampur dalam satu wadah. Dalam bengkel otomotif ada beberapa limbah yang dapat kita pisah, misalnya : Limbah dari konsumen, Kain majun dan serbuk kayu pembersih lantai, sparepart bekas, oli bekas, oli limbah di bak pemisah oli dan minyak sisa pencucian peralatan bengkel.

3. Membuang limbah bengkel dengan tepat
Limbah bengkel tidak semuanya bisa di daur ulang dan wajib di buang. Untuk limbah yang bisa di daur ulang seperti komponen bekas dan oli bekas, wajib di beri tempat khusus yang terlindung dari hujan dan sengatan sinar matahari.
Pengumpulan oli bekas & spare part bekas tidak boleh lebih dari 6 bulan, jadi sebisa mungkin untuk dijual secara periodik ke pengepul limbah bengkel.

Saat ini banyak sekali pengepul oli bekas yang siap menampung dan membeli oli bekas yang berasal dari bengkel - bengkel. Tetapi sebagai pemilik bengkel, anda wajib memperhatikan pengepul oli bekas yang akan membeli oli bekas dari anda. Ini bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaan oli bekas yang di jadikan oli palsu.

1.5 Metode penulisa dan data
Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan, digunakan metode-metode sebagai berikut :
1.      Melakukan pengamatan langsung pada bengkel yang menyisakan limbah seperti oli bekas
2.      Mencari data atau wawasan yang dibutuhkan dari sumber referensi di internet
3.      Mencari dari sumber buku-buku yang terkait dengan Permasalahan lingkungan.

1.6 Analisa dan pembahasan
Limbah cair dari usaha perbengkelan dapat berupa oli bekas, bahan ceceran, pelarut/pembersih, dan air. Bahan pelarut /pembersih pada umumnya mudah sekali menguap, sehingga keberadaannya dapat menimbulkan pencemaran terhadap udara. Terhirupnya bahan pelarut juga dapat menimbulkan gangguan
terhadap pernapasan para pekerja. Bengkel yang baik adalah bengkel yang lantainya terbuat dari semen/plester/keramik. Ini bertujuan agar tumbahan oli bekas, bahan bakar dan zat berbahaya lainnya tidak mencemari tanah. Drainase bengkel wajib terpisah dari drainase air hujan, karena jika di satukan oli bekas yang tercecer dapat terbawa air hujan menuju selokan dan mencemari lingkungan.
Fungsi Drainase bengkel adalah:
a. Mengalokasi tumpahan atau ceceran oli bekas, bahan bakar, ataupun zat berbahaya lainnya
b. Sebagai saluran pembuangan air pada saat pembersihan lantai
c. Saluran untuk pembuangan air bekas pencucian alat - alat bengkel

 Bahan bakar merupakan cairan yang mudah terbakar oleh nyala api, dan juga merupakan bahan yang mudah sekali terbawa oleh aliran air. Bahan bakar bensin mudah sekali menguap dan terhirup oleh para pekerja.
Air limbah dari usaha perbengkelan banyak terkontaminasi oleh oli (minyak pelumas), gemuk dan bahan bakar. Air yang sudah terkontaminasi akan mengalir mengikuti saluran yang ada, sehingga air ini mudah sekali untuk menyebarkan bahan-bahan kontaminan yang terbawa olehnya. Oli bekas jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kesan kotor dan sulit dalam pembersihannya, disamping itu oli bekas dapat membuat kondisi
lantai licin yang dapat berakibat mudahnya terjadi kecelakaan kerja.

Penanganan limbah Cair
Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus ditangani dengan cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara yakni sebagai berikut ini:
  • Pengolahan primer
  • Pengolahan sekunder
  • Pengolahan tersier
  • Desinfeksi
  • Pengolahan lumpur

1.7 Kesimpulan
Limbah adalah bahan sisa dari suatu proses dan sudah tidak bisa di pakai dengan semestinya, pembuangan limbah juga harus menjadi bagian penting terhadap dampak lingkungan terutama limbah cair seperti oli.
Persoalan kerusakan lingkungan akibat industri dan rumah tangga di Indonesia sudah sangat rumit dan membahayakan.Karena itu perlu kesadaran dan tekad yang kuat dari semua pihak untuk menangani pencemaran lingkungan dengan solusi yang baik dan benar agar lingkungan bias terhindar dari kerusakan yang semakin parah.

Sumber :
·        http://www.laskar-suzuki.com/2012/07/pengelolaan-limbah-bengkel-dan-oli-bekas.html
·        http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah_beracun