Abstraksi
Melihat
dari kebutuhan akan alat transportasi dan semakin di tunjang oleh adanya
peningkatan daya beli masyarakat saat ini maka tidak heran kalau jumlah
pembelian kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat melesat dari tahun
ke tahun,tapi seiring peningkatan jumlah kendaraan bermotor pasti akan
berpengaruh pada lingkungan sekitar.Maka dari itu penulis terdorong untuk
menaganalisa pengolahan limbah bengkel.
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
Melihat
dari banyaknya jumlah kendaraan bermotor pasti berdampak pada lingkungan,dalam
tulisan ini penulis ingin mengangkat cara memanagemen limbah yang di hasilkan
oleh bengkel dan cara menanggulangi limbah tersebut agar tidak mencemari
lingkungan
1.2
Rumusan Masalah
1.Apa
saja macam-macam limbah?
2.Bagaimana
cara mengumpulkan limbah bengkel?
3.Bagaimana cara membuang limbah bengkel dengan tepat?
1.3
.Tujuan
1.Untuk
mengetahui cara memanagement limbah bengkel secara tepat dan benar
1.4
Landasan Teori
Limbah
merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak
bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa
beraneka ragam, ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik
besar dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu
1.Macam-macam
limbah berdasarkan wujudnya
·
Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh
limbah dalam bentuk Gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida
(CO), SO2,HCL,NO2. dan lain-lain.
·
Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat
cair misalnya: Air Hujan, Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak goreng
buangan, dan lain-lain.
·
Limbah padat merupakan jenis limbah yang
berupa padat, contohnya: Bungkus jajanan, plastik, ban bekas, dan lain-lain.
2.Pengumpulan limbah
bengkel
Pengelolaan limbah bengkel yang
benar dan efisien adalah dengan memisahkan jenis limbah mulai sejak awal.
Pastikan limbah tidak tercampur dalam satu wadah. Dalam bengkel otomotif ada
beberapa limbah yang dapat kita pisah, misalnya : Limbah dari konsumen, Kain
majun dan serbuk kayu pembersih lantai, sparepart bekas, oli bekas, oli limbah
di bak pemisah oli dan minyak sisa pencucian peralatan bengkel.
3. Membuang limbah
bengkel dengan tepat
Limbah bengkel tidak semuanya bisa
di daur ulang dan wajib di buang. Untuk limbah yang bisa di daur ulang seperti
komponen bekas dan oli bekas, wajib di beri tempat khusus yang terlindung dari
hujan dan sengatan sinar matahari.
Pengumpulan oli bekas & spare part bekas tidak boleh lebih dari 6 bulan, jadi sebisa mungkin untuk dijual secara periodik ke pengepul limbah bengkel.
Saat ini banyak sekali pengepul oli bekas yang siap menampung dan membeli oli bekas yang berasal dari bengkel - bengkel. Tetapi sebagai pemilik bengkel, anda wajib memperhatikan pengepul oli bekas yang akan membeli oli bekas dari anda. Ini bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaan oli bekas yang di jadikan oli palsu.
Pengumpulan oli bekas & spare part bekas tidak boleh lebih dari 6 bulan, jadi sebisa mungkin untuk dijual secara periodik ke pengepul limbah bengkel.
Saat ini banyak sekali pengepul oli bekas yang siap menampung dan membeli oli bekas yang berasal dari bengkel - bengkel. Tetapi sebagai pemilik bengkel, anda wajib memperhatikan pengepul oli bekas yang akan membeli oli bekas dari anda. Ini bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaan oli bekas yang di jadikan oli palsu.
1.5 Metode penulisa dan
data
Untuk mendapatkan data-data yang
dibutuhkan, digunakan metode-metode sebagai berikut :
1.
Melakukan pengamatan langsung pada bengkel yang menyisakan limbah seperti oli
bekas
2.
Mencari data atau wawasan yang dibutuhkan dari sumber referensi di internet
3.
Mencari dari
sumber buku-buku yang terkait dengan Permasalahan lingkungan.
1.6 Analisa dan
pembahasan
Limbah cair dari usaha
perbengkelan dapat berupa oli bekas, bahan ceceran, pelarut/pembersih, dan air.
Bahan pelarut /pembersih pada umumnya mudah sekali menguap, sehingga
keberadaannya dapat menimbulkan pencemaran terhadap udara. Terhirupnya bahan
pelarut juga dapat menimbulkan gangguan
terhadap
pernapasan para pekerja. Bengkel yang baik adalah bengkel
yang lantainya terbuat dari semen/plester/keramik. Ini bertujuan agar tumbahan
oli bekas, bahan bakar dan zat berbahaya lainnya tidak mencemari tanah.
Drainase bengkel wajib terpisah dari drainase air hujan, karena jika di satukan
oli bekas yang tercecer dapat terbawa air hujan menuju selokan dan mencemari
lingkungan.
Fungsi Drainase bengkel adalah:
a. Mengalokasi tumpahan atau ceceran oli bekas, bahan bakar, ataupun zat berbahaya lainnya
b. Sebagai saluran pembuangan air pada saat pembersihan lantai
c. Saluran untuk pembuangan air bekas pencucian alat - alat bengkel
Fungsi Drainase bengkel adalah:
a. Mengalokasi tumpahan atau ceceran oli bekas, bahan bakar, ataupun zat berbahaya lainnya
b. Sebagai saluran pembuangan air pada saat pembersihan lantai
c. Saluran untuk pembuangan air bekas pencucian alat - alat bengkel
Bahan bakar merupakan cairan yang
mudah terbakar oleh nyala api, dan juga merupakan bahan yang mudah sekali
terbawa oleh aliran air. Bahan bakar bensin mudah sekali menguap dan terhirup
oleh para pekerja.
Air limbah dari usaha perbengkelan banyak terkontaminasi oleh oli (minyak
pelumas), gemuk dan bahan bakar. Air yang sudah terkontaminasi akan mengalir
mengikuti saluran yang ada, sehingga air ini mudah sekali untuk menyebarkan
bahan-bahan kontaminan yang terbawa olehnya. Oli bekas jika tidak dikelola
dengan baik dapat menimbulkan kesan kotor dan sulit dalam pembersihannya,
disamping itu oli bekas dapat membuat kondisi
lantai licin yang dapat berakibat mudahnya terjadi kecelakaan kerja.
Penanganan limbah Cair
Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus ditangani dengan cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara yakni sebagai berikut ini:
- Pengolahan primer
- Pengolahan sekunder
- Pengolahan tersier
- Desinfeksi
- Pengolahan lumpur
1.7 Kesimpulan
Limbah adalah bahan sisa
dari suatu proses dan sudah tidak bisa di pakai dengan semestinya, pembuangan
limbah juga harus menjadi bagian penting
terhadap dampak lingkungan terutama limbah cair seperti oli.
Persoalan kerusakan lingkungan akibat industri dan rumah
tangga di Indonesia sudah sangat rumit dan membahayakan.Karena itu perlu
kesadaran dan tekad yang kuat dari semua pihak untuk menangani pencemaran
lingkungan dengan solusi yang baik dan benar agar lingkungan bias terhindar
dari kerusakan yang semakin parah.
Sumber
:
· http://www.laskar-suzuki.com/2012/07/pengelolaan-limbah-bengkel-dan-oli-bekas.html
· http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah_beracun
Tidak ada komentar :
Posting Komentar