Bicara
kebudayaan pastinya Indonesia juaranya jadi tidak perlu jauh-jauh membahas
kebudayaan negara lain,toh belum pasti kita mengenal dan mengetahui kebudayaan Indonesia secara
keseluruhan.Karena seiring perkembangan zaman,anak muda sekarang ini lebih
menyenangi dan mengikuti tren budaya yang kebarat-baratan dan mulai melupakan
kebudayaan indonesia dengan nilai-nilai yang luhur yang menjunjung tinggi kesopanan dan akhlak yang baik,nilai-nilai
luhur yang susah payah di bentuk selama ribuan tahun untuk menjadi landasan
manusia Idonesia untuk bersikap ,benar-benar miris,barulah kita sadar dan
berang ketika budaya yang sebagai identitas bangsa di mata dunia di klaim
dengan mudahnya oleh negara lain yang sedang mengalami krisis identitas,jangan
sampai itu terjadi lagi mulailah cintai budaya sendiri agar identitas Indonesia
sebagai negara yang mempesona layaknya zambrut khatulistiwa tidak memudar.Sebelum
kita jauh membahas tentang kebudayaan
suatu daerah kita harus memahami arti kebudayaan itu sendiri.Budaya berasal
dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi.Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit,termasuk sistem agama dan politik,adat
istiadat,bahasa,perkakas,pakaian, bangunan,dan karya seni bahasa,sebagaimana
juga budaya,merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomumikasi dengan
orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya
adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa
alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari
budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan
oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya
sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda
dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika
"keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif"
di Cina.
Citra budaya
yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman
mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang
dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa
bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan
demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku
orang lain.
Dalam
Tulisan ini saya akan mendeskripsikan satu kebudayaan nusantara yang sangat
menarik untuk di amati yaitu kebudayaan Tengger.Suku tengger adalah suku yang
tinggal disekitar gunung bromo, jawa timur yakni menempatati sebagian wilayah
kabupaten pasuruan, kabupaten probolinggo, dan kabupaten malang. Komunitas suku
tengger berkisar antara 500 ribu orang yang tersebar di tiga kabupaten
tersebut. Etnis yang paling terdekat dengan suku tengger adalah suku jawa namun
terdapat perbedaan yang sangat menonjol antara keduanya, terutama dari sistem kebudayaannya.
A.
Asal usul terbentuknya Suku Tengger
Suku tengger
terbentuk sekitar abad ke sepuluh saat kerajaan majapahit mengalami kemunduran
dan saat Islam mulai menyebar. Pada saat itu kerajaan majapahit diserang dari
berbagai daerah, sehingga bingung mencari tempat pengungsian. Demikian juga
dengan dewa-dewa mulai pergi bersemayam di sekitar gunung bromo, yaitu dilereng
gunung pananjakan, di sekitar situ juga tinggal seorang pertapa yang suci.
Suatu hari istrinya melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan, wajahnya
bercahaya, menampakan kesehatan dan kekuatan yang luar biasa. Untuk itu anak
tersebut diberi nama Joko Seger, yang artinya joko yang sehat dan kuat.
Disekitar
gunung itu juga lahir bayi perempuan titisan dewa, wajahnya cantik dan elok,
waktu dilahirkan bayi itu tidak menangis, diam dan begitu tenang. Sehingga anak
tersebut diberi nama Roro Anteng, yang artinya Roro yang tenang dan pendiam.
Semakin hari Joko Seger tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa begitupun Roro
Anteng juga tumbuh menjadi seorang perempuan yang cantik dan baik hati. Roro
Anteng telah terpikat pada Joko Seger, namun pada suatu hari ia dipinang oleh
seorang Raja yang terkenal sakti, kuat, dan jahat. Sehingga ia tidak berani
menolak lamarannya. Kemudian Roro Anteng mengajukan persyaratan pada pelamar
itu agar dibuatkan lautan di tengah gunung dalam waktu satu malam. Pelamar itu
mengerjakan dengan alat sebuah tempurung kelapa (batok kelapa). Dan pekerjaan
itu hampir selesai, melihat kenyataan itu hati Roro Anteng gelisah dan memikirkan
cara menggagalkannya, Kemudian Roro Anteng mulai menumbuk padi ditengah malam.
Sehingga membangunkan ayam-ayam, ayam-ayam pun mulai berkokok seolah-olah fajar
sudah menyingsing. Raja itu marah karena tidak bisa memenuhi permintaan Roro
Anteng tepat pada waktunya. Akhirnya batok yang ia gunakan untuk mengeruk pasir
tersebut dilemparnya hingga tertelungkup di dekat gunung bromo dan berubah
menjadi sebuah gunung yang dinamakan gunung batok. Dengan kegagalan raja tadi
akhirnya Roro Anteng menikah dengan Joko Seger. Dan membangun sebuah pemukiman
kemudian memerintah dikawasan tengger tersebut dengan nama Purbowasesa
Mangkurat Ing Tengger. Yang artinya Penguasa Tengger yang budiman. Nama tengger
di ambil dari gabungan akhir suku kata Roro Anteng dan Joko Seger. Tengger juga
berarti moral tinggi, simbol perdamaian abadi.
Roro Anteng
dan Joko Seger belum juga dikaruniai momongan setelah sekian tahun menikah,
maka diputuskan untuk naik kepuncak gunung bromo. Tiba-tiba ada suara gaib
menyatakan jika mereka ingin mempunyai anak mereka harus bersemedi agar doa nya
terkabul dengan syarat apabila mendapatkan keturunan anak bungsu harus
dikorbankan ke kawah gunung bromo. Akhirnya merekapun mendapatkan keturunan 25
orang putra dan putri. Namun Roro Anteng mengingkari janjinya maka terjadilah
gunung bromo menyemburkan api, dan anak bungsunya “Kesuma” dijilat api dan
masuk ke kawah gunung bromo, kemudian terdengarlah suara gaib, bahwa kesuma
telah dikorbankan, dan Hyang Widi telah menyelamatkan seluruh penduduk, maka penduduk
harus hidup tentram damai dengan menyembah Hyang Widi, selain penduduk juga di
peringatkan bahwa setiap bulan kasada pada hari ke empat belas mengadakan
sesaji ke kawah gunung bromo, dan kebiasaan tersebut diikuti sampai sekarang
oleh masyarakat tengger dengan mengadakan upacara yang disebut Kesada setiap
tahunnya.
B.
Sistem Kebudayaan Suku Tengger.
Menurut C
Kluckhon dalam bukunya categories of culture menemukakan sistem kebudayaan yang
secara Universal dimiliki oleh seluruh masyarat didunia, yang unsur-unsurnya
meliputi sistem bahasa , sistem kesenian, sistem teknologi, sistem religi,
sistem kemasyarakatan, sistem pengetahuan dan sistem mata pencarian. Pada
masyarakat suku Tengger Unsur-unsur kebudayaan universial itu sebagai berikut :
1.Sistem Bahasa
Bahasa yang digunakan oleh suku
tengger adalah bahasa jawa tapi dialek yang digunakan berbeda yaitu dialek
tengger. Dialek tengger dituturkan di daerah gunung brom termasuk di wilayah
pasuruan, probolinggo, malang dan lumanjang. Dialek ini dianggap turunan bahasa
kawi, dan banyak mempertahankan kalimat-kalimat kuno yang sudah tidak digunakan
dalam bahasa jawa modern.
2.Sistem Kesenian
- Seni Tari
Tari yang biasa dipentaskan adalah
tari Roro Anteng dan Joko Seger yang dimulai sebelum pembukaan upacara Kasada.
- Seni bangunan
Bangunan untuk peribadatan berupa
pura disebut punden, danyam, dan poten. Poten adalah sebidang tanah dilautan
pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Poten dibagi menjadi tiga
mandala atau zone yaitu :
1. mandala utama disebut jeroan
yaitu tempat pelaksanaan pemujaan yang terdiri dari padma, bedawang, nala,
bangunan sekepat, dan kori agung candi bentar.
2. mandala madya atau zone tengah,
disebut juga jaba tengah yaitu tempat persiapan pengiring upacara yang terdiri
dari kori agung candi bentar bale kentongan, dan Bale Bengong.
3. mandala nista atau zone depan,
disebut juga jaba sisi yaitu tempat peralhian dari luar kedalam pura yang
terdiri dari bangunan candi bentar dan bangunan penunjang lainnya.
3.Sistem Teknologi
Seiring dengan banyak pengaruh yang
masuk kedalam masyarakat tradisional seperti melalui pariwisata atau teknolgi
komunikasi terilah culturual change dan perubahan kebudayaan sehingga sistem
teknologi juga berkembang seperti halnya masyarakat jawa modern.
4.Sistem Religi
Agama yang dianut sebagian besar
suku tengger adalah Hindu, Islam dan Kristen. Masyarakat tengger dikenal taat
dengan aturan agama Hindu. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari
majapahit. Gungung brahma (Bromo) dipercayai sebagai gunung suci dengan
mengadakan berbagai macam upacra-upacara yang dipimpin oleh seorang dukun yang
sangat dihormati dan disegani. Masyarakat tengger bahkan lebih memilih tidak
mempunyai kepala pemerintahan desa dari pada tidak memiliki pemimpin ritual.
Para dukun pandita tidak bisa di jabat oleh sembarang orang, banyak persyaratan
yang harus dipenuhi sebagai perantara doa-doa mereka. Upacara-upacara yang
dilakukan masyarakat tengger diantaranya.
a.
Yahya kasada, Upacara ini ilakukan pada 14 bulan
kasada, mereka membawa ongkek yang berisi sesaji dari hasil pertanian, ternak
dan sebagainya. Lalu dilemparkan kekawah gunung bromo agar mendapatkan berkah
dan diberikan keselamatan oleh yang maha kuasa.
seorang tokoh masyarakat suku tengger (Dukun) sedang melafalkan mantra
sejumlah masyarakat suku tengger berusaha menangkap sesajen yang di lemparkan ke kawah Gunung Bromo
b. Upacara Karo, Hari raya terbesar masyarakat tngger aalah upacara karo atau hari raya karo. Masyarakat menyambutnya dengan suka cita dengan membeli pakaian baru, perabotan, makan, minuman, melimpah, dengan tujuan mengadakan pemujaan terhadap sang Hyang Widi Wasa.
c.
Upacara Kapat, jatuh pada bulan ke empat, bertujuan
untuk memohon brekah keselamatan serta selamat kiblat, yaitu pemujaan terhadap
arah mata angin.
d.
Upacara kawalu, jatuh pada bulan kedelapan, masyarakat
mengirimkan sesaji ke kepala desa, dengan tujuan untuk kesehatan Bumi, air,
api, angin, matahari, bulan dan bintang.
e.
Upacara kasanga, jatuh pada bulan kesembilan.
Masyarakat berkelilling desa dengan membunyikan kentongan dan membawa obor
tujuannya adalah memohon keselamatan.
f.
Upacara kasada, Jatuh pada saat bulan Purnama (ke dua
belas) tahun saka, Upacara ini isebut sebagai upacara kuban
g.
Upacara Unan, Unan, diadakan lima tahun sekali dengan
tujuan mengaaan penghormatan terhadap roh leluhur.
5.Sistem Kemasyarakatan
Masyarakat tengger menjungjung
tinggi nilai persamaan, demokrasi, dan kehidupan masyarakat, sosok seorang
pemimpin spritual seperti duun lebih disegani dari pada pemimpin administratif.
Masyarakat tengger memunyai hukum sendiri diluar hukum formal yang berlaku alam
negara. Dengan hukum itu mereka sudah bisa mengatur an mengendalikan berbagi
persoalan dalam kehidupan masyarakatnya.
6.Sistem Pengetahuan
Sistem
Pengetahuan masyarakat tengger pada umumnya masih tradisional, an masih
berorientasi paa kebudayan lama, namun karna aanya pengaruh dari luar melalui
pariwisata maupun komunikasi maka sistem pengetahuannya sudah mulai mengacu ke
sistem pengetahuan yang modern.
7.Sistem Mata Pencarian
Sistem mata pencarian masyarakat
suku tengger kebanyakan adalah petani dan penambang, tanaman yang diusahakan
adalah sayur-sayuran sedangakan dalam hal penambangan, yang ditambang adalah
pasir dan belerang.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar