Sebelum kita membahas tentang
klasifikasi ilmu pengetahuan,kita harus lebih dulu mengerti tentang apa yang di
maksud ilmu dan pengetahuan itu sendiri.A.Thomson dalam Sidi Gazalba
menggambarkan ilmu adalah pelukisan fakta-fakta pengalaman secara lengkap dan
konsisten dalam istilah-istilah yang sesederhana mungkin.Pelukisan secara
lengkap dan konsisten itu melalui tahap pembentukan definisi,melakukan
analisa,melakukan pengklasifikasian dan melakukan pengkajian.Sementara Jujun S.Suriasumantri
menggambarkan dengan sangat sederhana namun penuh makna, ilmu merupakan
pengetahuan yang kita gumuli sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan
lanjutan dan perguruan tinggi.Beerling Kwee, Mooij dan Van Peursen
menggambarkan lebih luas,ilmu timbul berdasarkan atas hasil penyaringan,
pengaturan,kuantifikasi,obyektivasi,singkatnya berdasarkan atas hasil
pengolahan secara metodologi terhadap arus bahan-bahan pengalaman yang dapat
dikumpulkan.Dengan demikian ilmu adalah kumpulan pengetahuan secara holistic
yang tersusun secara sistematis yang teruji secara rasional dan terbukti
empiris.Ukuran kebenaran ilmu adalah rasionalisme dan empirisme sehingga
kebenaran ilmu bersifat rasional dam empiris,atau pengetahuan yang terorganisasi yang diperoleh lewat proses
tersebut.Perolehan sistematis ini umumnya berupa metode ilmiah,dan sistem
tersebut umumnya adalah alam semesta.Dalam pengertian ini,ilmu sering disebut
sebagai sains yang dapat dibuktikan kebenarannya.Sementara pengetahuan bisa diartikan
sebagai informasi atau yang diketahui atau disadari olehseseorang.Pengetahuan
termasuk,tetapi tidak dibatasi pada deskripsi,hipotesis,konsep,teori,prinsip dan
prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna,atau dapat
juga di artikan sebagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia dengan
pengamatan inderawi yaitu ketika seseorang menggunakan alat indera dan akalnya untuk
merasakan benda atau kejadian yang belum dia temui sebelumnya.
Terdapat perbedaan antara imlu
pengetahuan dan pengetahuan biasa yaitu:
-Pengetahuan biasa (knowledge) :
tidak memandang sebab-sebabnya,tidak mencari rumusan secara obyektif, tidak
menyelidiki obyeknya, tidak ada sintesis, tidak bermetode dan bersistem.
-Ilmu pengetahuan (science) :
mementingkan sebab-sebabnya,mencari rumusan, menyelidiki obyek, melakukan
sintesis, bermetode dan bersistem.
Perbedaan antara ilmu pengetahuan dengan pengetahuan
biasa terlihat dari sifat sistematik dan cara memperolehnya.
Seiring perkembangan zaman
klasifikasi ilmu pengetahuanpun tidak luput dari perubahan, terdapat
banyak pandangan yang terkait dengan klasifikasi ilmu pengetahuan yang dapat
kita temui.
Pengklasifikasian ilmu pengetahuan menurut subyeknya
dan obyeknya.
Menurut subyeknya:
1) Teoritis
a.
Nomotetis adalah ilmu yang menetapkan hukum-hukum yang
universal berlaku, mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya dan mencoba
menemukan unsur-unsur yang selalu terdapat kembali dalam segala pernyataannya
yang konkrit bilamana dan di mana saja, misalnya adalah ilmu alam, ilmu kimia,
sosiologi, ilmu hayat dan sebagianya.
b.
Ideografis (ide: cita-cita, grafis: lukisan), ilmu yang
mempelajari obyeknya dalam konkrit menurut tempat dan waktu tertentu, dengan
sifat-sifatnya yang menyendiri (unik). Misalnya ilmu sejarah, etnografi (ilmu
bangsa-bangsa), sosiologi dan sebagainnya.
2)
Praktis (applied
science/ ilmu terapan)
ilmu yang langsung ditujukan kepada
pemakaian atau pengalaman pengetahuan itu, jadi menentukan bagaimanakah orang
harus berbuat sesuatu, maka ini pun diperinci lebih lanjut yaitu :
a.
Normatif,ilmu yang memesankan bagaimanakah kita harus berbuat, membebankan
kewajiban-kewajiban dan larangan-laramgan misalnya: etika (filsafat
kesusilaan/filsafat moral)
b. Positif,(applied dalam arti sempit) yaitu ilmu
yang mengatakan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu, mencapai hasil
tertentu. Misalnya adalah ilmu pertanian, ilmu teknik, ilmu kedokteran dan
sebagainnya.
Kedua macam ilmu pengetahuan ini saling melengkapi,
jadi walaupun dibedakan tetap tidak boleh dipisahkan. Kebanyakan ilmu
pengetahuan mempunyai bagian teoritis disamping bagian praktis, sehingga sering
sulit diterapkan dimana suatu ilmu harus dimasukkan dalam pembagian ini, ilmu
teoritis, biasannya dapat berdiri sendiri terlepas dari ilmu praktis,akan
tetapi ilmu praktis selalu mempunyai dasar yang teoritis.
Menurut Obyeknya (terutama obyek
formalnya atau sudut pandangnya)
1) Universal/umum:
meliputi keseluruhan yang ada,seluruh hidup manusa, misalnnya: teologi/agama
dan filsafat.
2)
Khusus:hanya mengenai salah satu lapangan tertentu dan
kehidupan manusia, jadi obyeknya terbatasa,hanya ini saja atau itu saja.inilah
yang biasannya disebut” ilmu pengetahuan”
a.
Ilmu-ilmu alam (natural scienses,
natuurwetenschappen)
Ilmu yang mempelajari barang-barang menurut keadaanya
di alam kodrat saja, terlepas dari pengaruh manusia dan mencari hukum-hukum
yang mengatur apa yang terjasi di dalam alam, jadi terperinci lagi menurut
obyeknya. Termasuk di dalamnya adalah: ilmu alam, ailmu fisika, ilmu kimia,
ilmu hayat dan sebainnya.
b.
Ilmu pasti (mathematics)
Ilmu yang memandang barang-barang, terlepas dari
isinya hanya menurut besarnya. Jadi mengadakan abstaraksi barang-barang itu.
Ilmunya dijabarkan secara logis berpangkal pada beberapa asas-asas dasar
(axioma).Termasuk di dalamnya adalah: ilmu pasti, ilmu ukur, ilmu hitung, ilmu
al jabar dan sebagainnya.
c. Ilmu-ilmu kerohanian / kebudayaan (geisteswisssen-schaften/social-sciences)
Ilmu yang mempelahari hal-hal dimana jiwa manusia
memegang peranan yang menentukan. Yang dipandang bukan barang-barang seperti di
alam dunia, terlepas dari manusia, melainkan justru sekadar mengalami pengaruh
dari manusia. Termasuk misalnnya: ilmu sejarah, ilmu mendidik, ilmu hukum ,
ilmu ekonomi, ilmu sosiologi, ilmu bahasa dan sebagainnya.
Ketiga macam ilmu pengetahuan ini juga dibeda-bedakan
tetapi jangan sampai dipisah-pisahkan, kerna memang berhubungan satu sama lain
dan saling mempengaruhi dan melengkapi.
D. Klasifikasi
Ilmu Pengetahuan Menurut Para Filsuf
Dalam sub tema ini, kami mengambil beberapa contoh
klasifikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf, antara lain :
1)
Cristian Wolff
Cristian Wolff mengklasifikasikan ilmu pengetahuan ke
dalam tiga kelompok besar , yakni ilmu pengetahuan empiris, matematika, dan
filsafat. Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut Cristian Wolff dapat diskemakan
sebagai berikut :
a.
Ilmu pengetahuan empiris
> Kosmologis empiris
> Psikologis empiris
b.
Matematika
> Murni : aritmatika,
geometri, aljabar
> Campuran : mekanika, dan lain-lain
c.
Filsafat
> Spekulatif (metafisika)
o
umum:ontologi
o
khusus: psikologi, kosmologi, theologi
> Praktis
o
intelek: logika
o
kehendak; ekonomi, etika, politik.
o
pekerjaan fisik: tekhnologi
2)
Auguste Comte
Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang
dikemukakan Auguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan itu sendiri,
yang menunjukkan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum
akan tampil terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang
semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin kongkret. Karena dalam
mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan, Auguste Comte memulai dengan
mengamati gejala-gejala yang paling sederhana, yaitu gejala yang letaknya
paling jauh dari suasana kehidupan sehari-hari. Urutan dalam penggolongan ilmu
pengetahuan Auguste Comte sebagai berikut:
- Ilmu pasti (matematika)
- Ilmu perbintangan (astronomi)
- Ilmu alam (fisika)
- Ilmu kimia
- Ilmu hayat (fisiologi atau biologi)
-Fisika sosial (sosiologi)
Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut
Auguste Comte secara garis besar dapat diklasifikasikan sebagi berikut:
> Ilmu
pengetahuan
a. Logika
(matematika murni)
b. Ilmu
pengetahuan empiris (astronomi, fisika, biologi, sosiologi)
> Filsafat
a.
Metafisika
b.
Filsafat ilmu pengetahuan
Fungsi dari ilmu atau pengetahuan
ilmiah adalah menjelaskan, meramal dan mengontrol. Sebagai contoh kaitan hutan
gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk meramalkan apa yang akan terjadi
sekiranya hutan-hutan terus ditebang sampai tidak tumbuh lagi. Sekiranya kita
tidak menginginkan timbulnya banjir sebagaimana diramalkan oleh penjelasan tadi
maka kita harus melakukan kontrol agar hutan tidak dibiarkan menjadi gundul.
Demikian juga jika kita mengetahui bahwa hutan-hutan tidak dtebang sekiranya
ada pengawasan, maka untuk mencegah banjir kita harus melakukan kontrol agar
kegiatan pengawasan dilakukan, agar dengan demikian hutan dibiarkan tumbuh
subur dan tidak mengakibatkan banjir.
Pengetahuan tentang kaitan antara hutan gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk bisa meramalkan apa yang akan terjadi dan berdasarkan ramalan tersebut kita bisa melakukan upaya untuk mengontrol agar ramalan itu menjadi kenyataan atau tidak.Secara garis besar ada empat jenis pola penjelasan:
Pengetahuan tentang kaitan antara hutan gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk bisa meramalkan apa yang akan terjadi dan berdasarkan ramalan tersebut kita bisa melakukan upaya untuk mengontrol agar ramalan itu menjadi kenyataan atau tidak.Secara garis besar ada empat jenis pola penjelasan:
1.Deduktif
Mempergunakan cara berfikir deduktif dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan sebelumnya.Contoh klasik misalnya,semua manusia adalah fana Socrates adalah manusia.Oleh sebab itu Socrates adalah fana.
Mempergunakan cara berfikir deduktif dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan sebelumnya.Contoh klasik misalnya,semua manusia adalah fana Socrates adalah manusia.Oleh sebab itu Socrates adalah fana.
2.Probalitas
Merupakan penjelasan yang ditarik
secara induktif dari sejumlah kasus yang dengan demikian tidak memberi
kepastian dimana penjelasan bersifat peluang seperti: kemungkinan,kemungkinan
besar,atau hampir dapat dipastikan.Misalnya jika ditanya, mengapa presiden John
Kenedy dibunuh?Kita bisa saja menjawab "mungkin pembunh itu dendam".
3.Fungsional/teleologis
3.Fungsional/teleologis
Merupakan penjelasan yang
meletakkan sebuah unsur dalam kaitannya dengan system secara keseluruhan yang
mempunyai karakteristik atau arah perkembangan tertentu.
Dalam Antropologi ini sering digunakan, misalnya mengapa anak-anak sekolah menghormati bendera? Penjelasan fungsional mungkin akan menjawab bahwa penghormatan tersebut akan menjadikan anak-anak itu lebih patriotik
Dalam Antropologi ini sering digunakan, misalnya mengapa anak-anak sekolah menghormati bendera? Penjelasan fungsional mungkin akan menjawab bahwa penghormatan tersebut akan menjadikan anak-anak itu lebih patriotik
4.Genetik
Menggunakan faktor-faktor yang ada
sebelumnya dengan menjelaskan gejala yang timbul kemudian.Misalnya mengapa
kelinci ini memiliki tiga warna yang berbeda,yaitu dengan meneliti induk dari
kelinci tersebut.
Sumber:
http://referensiagama.blogspot.com/2011/02/struktur-dan-klasifikasi-ilmu.html
Tidak ada komentar :
Posting Komentar