Sabtu, 05 November 2011

ILMU PENGETAHUAN DAN KLASIFIKASINYA


Sebelum kita membahas tentang klasifikasi ilmu pengetahuan,kita harus lebih dulu mengerti tentang apa yang di maksud ilmu dan pengetahuan itu sendiri.A.Thomson dalam Sidi Gazalba menggambarkan ilmu adalah pelukisan fakta-fakta pengalaman secara lengkap dan konsisten dalam istilah-istilah yang sesederhana mungkin.Pelukisan secara lengkap dan konsisten itu melalui tahap pembentukan definisi,melakukan analisa,melakukan pengklasifikasian dan melakukan pengkajian.Sementara Jujun S.Suriasumantri menggambarkan dengan sangat sederhana namun penuh makna, ilmu merupakan pengetahuan yang kita gumuli sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi.Beerling Kwee, Mooij dan Van Peursen menggambarkan lebih luas,ilmu timbul berdasarkan atas hasil penyaringan, pengaturan,kuantifikasi,obyektivasi,singkatnya berdasarkan atas hasil pengolahan secara metodologi terhadap arus bahan-bahan pengalaman yang dapat dikumpulkan.Dengan demikian ilmu adalah kumpulan pengetahuan secara holistic yang tersusun secara sistematis yang teruji secara rasional dan terbukti empiris.Ukuran kebenaran ilmu adalah rasionalisme dan empirisme sehingga kebenaran ilmu bersifat rasional dam empiris,atau pengetahuan yang  terorganisasi yang diperoleh lewat proses tersebut.Perolehan sistematis ini umumnya berupa metode ilmiah,dan sistem tersebut umumnya adalah alam semesta.Dalam pengertian ini,ilmu sering disebut sebagai sains yang dapat dibuktikan kebenarannya.Sementara pengetahuan bisa diartikan sebagai informasi atau yang diketahui atau disadari olehseseorang.Pengetahuan termasuk,tetapi tidak dibatasi pada deskripsi,hipotesis,konsep,teori,prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna,atau dapat juga di artikan sebagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia dengan pengamatan inderawi yaitu ketika seseorang menggunakan alat indera dan akalnya untuk merasakan benda atau kejadian yang belum dia temui sebelumnya.
Terdapat perbedaan antara imlu pengetahuan dan pengetahuan biasa yaitu:
          -Pengetahuan biasa (knowledge) : tidak memandang sebab-sebabnya,tidak mencari rumusan secara obyektif, tidak menyelidiki obyeknya, tidak ada sintesis, tidak bermetode dan bersistem.
         -Ilmu pengetahuan (science) : mementingkan sebab-sebabnya,mencari rumusan, menyelidiki obyek, melakukan sintesis, bermetode dan bersistem.
Perbedaan antara ilmu pengetahuan dengan pengetahuan biasa terlihat dari sifat sistematik dan cara memperolehnya.
Seiring perkembangan zaman klasifikasi ilmu pengetahuanpun tidak luput dari perubahan, terdapat banyak pandangan yang terkait dengan klasifikasi ilmu pengetahuan yang dapat kita temui.
Pengklasifikasian ilmu pengetahuan menurut subyeknya dan obyeknya.
Menurut subyeknya:
   1)   Teoritis
a.    Nomotetis adalah ilmu yang menetapkan hukum-hukum yang universal berlaku, mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya dan mencoba menemukan unsur-unsur yang selalu terdapat kembali dalam segala pernyataannya yang konkrit bilamana dan di mana saja, misalnya adalah ilmu alam, ilmu kimia, sosiologi, ilmu hayat dan sebagianya.
b.    Ideografis (ide: cita-cita, grafis: lukisan), ilmu yang mempelajari obyeknya dalam konkrit menurut tempat dan waktu tertentu, dengan sifat-sifatnya yang menyendiri (unik). Misalnya ilmu sejarah, etnografi (ilmu bangsa-bangsa), sosiologi dan sebagainnya.

2)    Praktis (applied science/ ilmu terapan)
       ilmu yang langsung ditujukan kepada pemakaian atau pengalaman pengetahuan itu, jadi menentukan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu, maka ini pun diperinci lebih lanjut yaitu :
a.   Normatif,ilmu yang memesankan bagaimanakah kita harus berbuat, membebankan kewajiban-kewajiban dan larangan-laramgan misalnya: etika (filsafat kesusilaan/filsafat moral)
b.   Positif,(applied dalam arti sempit) yaitu ilmu yang mengatakan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu, mencapai hasil tertentu. Misalnya adalah ilmu pertanian, ilmu teknik, ilmu kedokteran dan sebagainnya.

Kedua macam ilmu pengetahuan ini saling melengkapi, jadi walaupun dibedakan tetap tidak boleh dipisahkan. Kebanyakan ilmu pengetahuan mempunyai bagian teoritis disamping bagian praktis, sehingga sering sulit diterapkan dimana suatu ilmu harus dimasukkan dalam pembagian ini, ilmu teoritis, biasannya dapat berdiri sendiri terlepas dari ilmu praktis,akan tetapi ilmu praktis selalu mempunyai dasar yang teoritis.
       Menurut Obyeknya (terutama obyek formalnya atau sudut pandangnya)
1) Universal/umum: meliputi keseluruhan yang ada,seluruh hidup manusa, misalnnya: teologi/agama dan filsafat.
2)    Khusus:hanya mengenai salah satu lapangan tertentu dan kehidupan manusia, jadi obyeknya terbatasa,hanya ini saja atau itu saja.inilah yang biasannya disebut” ilmu pengetahuan”
a.      Ilmu-ilmu alam (natural scienses, natuurwetenschappen)
Ilmu yang mempelajari barang-barang menurut keadaanya di alam kodrat saja, terlepas dari pengaruh manusia dan mencari hukum-hukum yang mengatur apa yang terjasi di dalam alam, jadi terperinci lagi menurut obyeknya. Termasuk di dalamnya adalah: ilmu alam, ailmu fisika, ilmu kimia, ilmu hayat dan sebainnya.
b.    Ilmu pasti (mathematics)
Ilmu yang memandang barang-barang, terlepas dari isinya hanya menurut besarnya. Jadi mengadakan abstaraksi barang-barang itu. Ilmunya dijabarkan secara logis berpangkal pada beberapa asas-asas dasar (axioma).Termasuk di dalamnya adalah: ilmu pasti, ilmu ukur, ilmu hitung, ilmu al jabar dan sebagainnya.
c.    Ilmu-ilmu kerohanian / kebudayaan (geisteswisssen-schaften/social-sciences)
Ilmu yang mempelahari hal-hal dimana jiwa manusia memegang peranan yang menentukan. Yang dipandang bukan barang-barang seperti di alam dunia, terlepas dari manusia, melainkan justru sekadar mengalami pengaruh dari manusia. Termasuk misalnnya: ilmu sejarah, ilmu mendidik, ilmu hukum , ilmu ekonomi, ilmu sosiologi, ilmu bahasa dan sebagainnya.
Ketiga macam ilmu pengetahuan ini juga dibeda-bedakan tetapi jangan sampai dipisah-pisahkan, kerna memang berhubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi dan melengkapi.

D.   Klasifikasi Ilmu Pengetahuan Menurut Para Filsuf
Dalam sub tema ini, kami mengambil beberapa contoh klasifikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf, antara lain :
1)    Cristian Wolff
Cristian Wolff mengklasifikasikan ilmu pengetahuan ke dalam tiga kelompok besar , yakni ilmu pengetahuan empiris, matematika, dan filsafat. Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut Cristian Wolff dapat diskemakan sebagai berikut :
a.     Ilmu pengetahuan empiris
     > Kosmologis empiris
     > Psikologis empiris
b.    Matematika
     > Murni : aritmatika, geometri, aljabar
     > Campuran : mekanika, dan lain-lain
c.    Filsafat
     > Spekulatif (metafisika)
o    umum:ontologi
o    khusus: psikologi, kosmologi, theologi
> Praktis
o    intelek: logika
o    kehendak; ekonomi, etika, politik.
o    pekerjaan fisik: tekhnologi
2)   Auguste Comte
Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Auguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan itu sendiri, yang menunjukkan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampil terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin kongkret. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan, Auguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gejala yang paling sederhana, yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupan sehari-hari. Urutan dalam penggolongan ilmu pengetahuan Auguste Comte sebagai berikut:
     - Ilmu pasti (matematika)
     - Ilmu perbintangan (astronomi)
     - Ilmu alam (fisika)
     - Ilmu kimia
     - Ilmu hayat (fisiologi atau biologi)
     -Fisika sosial (sosiologi)
      Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut Auguste Comte secara garis besar dapat diklasifikasikan sebagi berikut:
>  Ilmu pengetahuan
a.   Logika (matematika murni)
b.   Ilmu pengetahuan empiris (astronomi, fisika, biologi, sosiologi)
>   Filsafat
a.  Metafisika
b.  Filsafat ilmu pengetahuan

Fungsi dari ilmu atau pengetahuan ilmiah adalah menjelaskan, meramal dan mengontrol. Sebagai contoh kaitan hutan gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk meramalkan apa yang akan terjadi sekiranya hutan-hutan terus ditebang sampai tidak tumbuh lagi. Sekiranya kita tidak menginginkan timbulnya banjir sebagaimana diramalkan oleh penjelasan tadi maka kita harus melakukan kontrol agar hutan tidak dibiarkan menjadi gundul. Demikian juga jika kita mengetahui bahwa hutan-hutan tidak dtebang sekiranya ada pengawasan, maka untuk mencegah banjir kita harus melakukan kontrol agar kegiatan pengawasan dilakukan, agar dengan demikian hutan dibiarkan tumbuh subur dan tidak mengakibatkan banjir.
Pengetahuan tentang kaitan antara hutan gundul dengan banjir memungkinkan kita untuk bisa meramalkan apa yang akan terjadi dan berdasarkan ramalan tersebut kita bisa melakukan upaya untuk mengontrol agar ramalan itu menjadi kenyataan atau tidak.Secara garis besar ada empat jenis pola penjelasan:

1.Deduktif
Mempergunakan cara berfikir deduktif dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan sebelumnya.Contoh klasik misalnya,semua manusia adalah fana Socrates adalah manusia.Oleh sebab itu Socrates adalah fana.

2.Probalitas
Merupakan penjelasan yang ditarik secara induktif dari sejumlah kasus yang dengan demikian tidak memberi kepastian dimana penjelasan bersifat peluang seperti: kemungkinan,kemungkinan besar,atau hampir dapat dipastikan.Misalnya jika ditanya, mengapa presiden John Kenedy dibunuh?Kita bisa saja menjawab "mungkin pembunh itu dendam".

3.Fungsional/teleologis
Merupakan penjelasan yang meletakkan sebuah unsur dalam kaitannya dengan system secara keseluruhan yang mempunyai karakteristik atau arah perkembangan tertentu.
Dalam Antropologi ini sering digunakan, misalnya mengapa anak-anak sekolah menghormati bendera? Penjelasan fungsional mungkin akan menjawab bahwa penghormatan tersebut akan menjadikan anak-anak itu lebih patriotik
4.Genetik
Menggunakan faktor-faktor yang ada sebelumnya dengan menjelaskan gejala yang timbul kemudian.Misalnya mengapa kelinci ini memiliki tiga warna yang berbeda,yaitu dengan meneliti induk dari kelinci tersebut.




Sumber:
http://referensiagama.blogspot.com/2011/02/struktur-dan-klasifikasi-ilmu.html

Tidak ada komentar :

Posting Komentar