Sabtu, 18 Februari 2012
ALTERNATIF PENANGGULAN MASALAH SARA
Apa Yang Dimaksud Dengan Sara
Sara adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan. Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan golongan dapat dikatakan sebagai tidakan Sara. Tindakan ini mengebiri dan melecehkan kemerdekaan dan segala hak-hak dasar yang melekat pada manusia.
SARA DAPAT DIGOLONGKAN DALAM TIGA KATAGORI :
• Individual : merupakan tindakan Sara yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Termasuk di dalam katagori ini adalah tindakan maupun pernyataan yang bersifat menyerang, mengintimidasi, melecehkan dan menghina identitas diri maupun golongan.
• Institusional : merupakan tindakan Sara yang dilakukan oleh suatu institusi, termasuk negara, baik secara langsung maupun tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja telah membuat peraturan diskriminatif dalam struktur organisasi maupun kebijakannya.
• Kultural : merupakan penyebaran mitos, tradisi dan ide-ide diskriminatif melalui struktur budaya masyarakat.
Contoh kasus SARA yang pernah terjadi di Indonesia:
1. Kasus Mesuji
Kasus ini terjadi akibat buntunya komunikasi antara pihak yang bersengketa yaitu warga setempat dan pihak perusahaan kelapa sawit,warga juga emosi karena aparat yang seharusnya bertugas melindungi masyarakat malah menjadi centeng bayaran dan menebar ketakutan kepada masyarakat setempat yang membuat masyarakat balik melawan
2. Kasus sampit
Kasus ini adalah pertikaian anatara masyarakat Dayak dan Madura,sebenarnya masalah ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu.Tapi masalah ini di biarkan menjadi berlarut-larut yang membuat kemarahan warga Dayak memuncak tak terbendung lagi,puncaknya pada sekitar bulan Februari 2001 warga Dayak berbondong-bondong menyerang warga madura.Ratusan nyawa melayang,kejadian ini sangat sadis untuk di ceritakan.
3. Kasus Mei 98
Tragedi Mei 98 , pada bulan mei tahun 1998 terjadi kemarahan masyarakat terhadap kebrutalan aparat keamanan dalam peristiwa trisakti dan ketidaksukaan terhadap ras tionghoa
ALTERNATIF PENANGGULANGAN MASALAH SARA
• Pertemuan tatap muka pihak-pihak yang berkonflik dengan maksud mengidentifikasi masalah dan memecahkannya melalui pembahasan terbuka.
• Menciptakan sasaran bersama yang tidak dapat dicapai tanpa kerjasama masing-masing pihak yang berkonflik.
• Mengabaikan arti perbedaan dengan menekankan kepentingan bersama antara pihak-pihak yang berkonflik.
• Mengubah struktur organisasi formal dan pola struktural interaksi pihak-pihak yang berkonflik melalui perancangan ulang pekerjaan, pemindahan, penciptaan posisi koordinasi, dan semacamnya.
• Saling mempercayai satu sama lain
• Saling memberikan toleransi pendapat dan mudah memaafkan kesalahan
• Memiliki jiwa tenggang rasa antar sesame
• Harus menindak tegas para pelanggar HAM
• Memberikan perlindungan terhadap kelompok kecil
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar