Jumat, 17 Januari 2014

Kebijakan Pemprov DKI Tentang Audit Gedung DKI Jakarta

Kebijakan Pemprov DKI Tentang Audit Gedung DKI Jakarta
1.        Alasan Kebijakan
-          Penghematan APBD
-          Penghematan sumber energi
2.    Kebijakan yang Dikeluarkan
       - Peraturan Gubernur (Pergub) 156 tahun 2012.

3.    Realisasi
       Upaya penghematan energi dilakukan Pemprov DKI dengan melakukan hemat listrik dan air di 31 gedung milik Pemprov DKI di antaranya yaitu, gedung Balaikota DKI Jakarta, lima kantor walikota di DKI, lima kantor Samsat, 18 gedung dinas, gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, gedung BPLHD, dan gedung UPT Pusdiklat Pemadam Kebakaran. Menurutnya, dari hasil monitoring pada triwulan III dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu pemakaian listrik rata-rata menurun 5,5 persen. Sementara biaya tagihan listrik rata-rata menurun sebesar 4 persen. Sedangkan pada triwulan IV diketahui menurun rata-rata 1,8 persen untuk pemakaian listrik dan 0,6 persen untuk tagihan biaya listrik.
Daftar pustaka
beritajakarta.com

Jumat, 22 November 2013

PENCEMARAN AIR TANAH



Air adalah suatu yang sangat fital bagi kelangsungan hidup manusia,hewan dan tumbuhan.Air bisa di dapat dari sumber air pegunungan,air hujan,sungai atau pun danau.Namun ditengah perubahan cuaca yang  tidak menentu sekarang ini maka pada tiap-tiap wilayah kadang sangat susah mendapatkan air sementara di daerah lain air yang begitu banyak malah jadi bencana (banjir Jakarta).Padahal di daerah yang dilanda kekeringan,warganya rela mengkonsumsi air yang sudah tercemar,padahal mereka sadar akan bahaya yang nanti di akibatkan,contohnya diare,penyakit pencernaan,penyakit kulit dan lain-lain.
Definisi sederhana dari air yang tercemar ialah air yang sudah berbau,berwarna dan mempunyai rasa yang terkontaminasi oleh aktivitas manusia sehari-hari.Jika kita lihat air keran kita agak berbau kemungkinan air tersebut sudah tercemar.Salah satu penyebab pencemaran air adalah limbah,misalnya sampah rumah tangga,oli bekas dan lain-lain yang di buang ke sungai akan sangat mempengaruhi keadaan air tanah,dikarenakan jika sungai tersebut sudah terkontaminasi maka air akan diserap tanah dan semua zat-zat yang membahayakan akan bercampur.
Salah satu cara untuk menanggulangi pencemaran air tanah adalah membuat bio pori atau sumur resapan untuk menampung air hujan,selain itu juga perlu kesadaran semua oknum atau masyarakat untuk tetap konsisten menjaga kelestarian air tanah.

Rabu, 02 Oktober 2013

MANAJEMEN LIMBAH BENGKEL



Abstraksi
Melihat dari kebutuhan akan alat transportasi dan semakin di tunjang oleh adanya peningkatan daya beli masyarakat saat ini maka tidak heran kalau jumlah pembelian kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat melesat dari tahun ke tahun,tapi seiring peningkatan jumlah kendaraan bermotor pasti akan berpengaruh pada lingkungan sekitar.Maka dari itu penulis terdorong untuk menaganalisa pengolahan limbah bengkel.
 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Melihat dari banyaknya jumlah kendaraan bermotor pasti berdampak pada lingkungan,dalam tulisan ini penulis ingin mengangkat cara memanagemen limbah yang di hasilkan oleh bengkel dan cara menanggulangi limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan

1.2 Rumusan Masalah
1.Apa saja macam-macam limbah?
2.Bagaimana cara mengumpulkan limbah bengkel?
3.Bagaimana  cara membuang limbah bengkel dengan tepat?

1.3 .Tujuan
1.Untuk mengetahui cara memanagement limbah bengkel secara tepat dan benar
1.4 Landasan Teori
Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu

1.Macam-macam limbah berdasarkan wujudnya
·         Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk Gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), SO2,HCL,NO2. dan lain-lain.

·         Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: Air Hujan, Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.

·         Limbah padat merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya: Bungkus jajanan, plastik, ban bekas, dan lain-lain.

2.Pengumpulan limbah bengkel
Pengelolaan limbah bengkel yang benar dan efisien adalah dengan memisahkan jenis limbah mulai sejak awal. Pastikan limbah tidak tercampur dalam satu wadah. Dalam bengkel otomotif ada beberapa limbah yang dapat kita pisah, misalnya : Limbah dari konsumen, Kain majun dan serbuk kayu pembersih lantai, sparepart bekas, oli bekas, oli limbah di bak pemisah oli dan minyak sisa pencucian peralatan bengkel.

3. Membuang limbah bengkel dengan tepat
Limbah bengkel tidak semuanya bisa di daur ulang dan wajib di buang. Untuk limbah yang bisa di daur ulang seperti komponen bekas dan oli bekas, wajib di beri tempat khusus yang terlindung dari hujan dan sengatan sinar matahari.
Pengumpulan oli bekas & spare part bekas tidak boleh lebih dari 6 bulan, jadi sebisa mungkin untuk dijual secara periodik ke pengepul limbah bengkel.

Saat ini banyak sekali pengepul oli bekas yang siap menampung dan membeli oli bekas yang berasal dari bengkel - bengkel. Tetapi sebagai pemilik bengkel, anda wajib memperhatikan pengepul oli bekas yang akan membeli oli bekas dari anda. Ini bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaan oli bekas yang di jadikan oli palsu.

1.5 Metode penulisa dan data
Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan, digunakan metode-metode sebagai berikut :
1.      Melakukan pengamatan langsung pada bengkel yang menyisakan limbah seperti oli bekas
2.      Mencari data atau wawasan yang dibutuhkan dari sumber referensi di internet
3.      Mencari dari sumber buku-buku yang terkait dengan Permasalahan lingkungan.

1.6 Analisa dan pembahasan
Limbah cair dari usaha perbengkelan dapat berupa oli bekas, bahan ceceran, pelarut/pembersih, dan air. Bahan pelarut /pembersih pada umumnya mudah sekali menguap, sehingga keberadaannya dapat menimbulkan pencemaran terhadap udara. Terhirupnya bahan pelarut juga dapat menimbulkan gangguan
terhadap pernapasan para pekerja. Bengkel yang baik adalah bengkel yang lantainya terbuat dari semen/plester/keramik. Ini bertujuan agar tumbahan oli bekas, bahan bakar dan zat berbahaya lainnya tidak mencemari tanah. Drainase bengkel wajib terpisah dari drainase air hujan, karena jika di satukan oli bekas yang tercecer dapat terbawa air hujan menuju selokan dan mencemari lingkungan.
Fungsi Drainase bengkel adalah:
a. Mengalokasi tumpahan atau ceceran oli bekas, bahan bakar, ataupun zat berbahaya lainnya
b. Sebagai saluran pembuangan air pada saat pembersihan lantai
c. Saluran untuk pembuangan air bekas pencucian alat - alat bengkel

 Bahan bakar merupakan cairan yang mudah terbakar oleh nyala api, dan juga merupakan bahan yang mudah sekali terbawa oleh aliran air. Bahan bakar bensin mudah sekali menguap dan terhirup oleh para pekerja.
Air limbah dari usaha perbengkelan banyak terkontaminasi oleh oli (minyak pelumas), gemuk dan bahan bakar. Air yang sudah terkontaminasi akan mengalir mengikuti saluran yang ada, sehingga air ini mudah sekali untuk menyebarkan bahan-bahan kontaminan yang terbawa olehnya. Oli bekas jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kesan kotor dan sulit dalam pembersihannya, disamping itu oli bekas dapat membuat kondisi
lantai licin yang dapat berakibat mudahnya terjadi kecelakaan kerja.

Penanganan limbah Cair
Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus ditangani dengan cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara yakni sebagai berikut ini:
  • Pengolahan primer
  • Pengolahan sekunder
  • Pengolahan tersier
  • Desinfeksi
  • Pengolahan lumpur

1.7 Kesimpulan
Limbah adalah bahan sisa dari suatu proses dan sudah tidak bisa di pakai dengan semestinya, pembuangan limbah juga harus menjadi bagian penting terhadap dampak lingkungan terutama limbah cair seperti oli.
Persoalan kerusakan lingkungan akibat industri dan rumah tangga di Indonesia sudah sangat rumit dan membahayakan.Karena itu perlu kesadaran dan tekad yang kuat dari semua pihak untuk menangani pencemaran lingkungan dengan solusi yang baik dan benar agar lingkungan bias terhindar dari kerusakan yang semakin parah.

Sumber :
·        http://www.laskar-suzuki.com/2012/07/pengelolaan-limbah-bengkel-dan-oli-bekas.html
·        http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah_beracun

Senin, 24 Juni 2013

KEBERHASILAN WAWASAN NUSANTARA


   Keberhasilan ketahanan nasional Indonesia ditentukan oleh beberapa faktor. Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi  oleh landasan Ideologi Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan nasional Wawasan Nasional. 

Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu:
  1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional. 
  2. Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai  akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
Apabila setiap warga negara  Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar  serta peduli terhadap pengaruh yang timbul dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengeliminir pengaruh-pengaruh tersebut, maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik dan Strategi Nasional (Polstranas).

Asas dan Arah Pandang Wawasan Nusantara

Asas Wawasan Nusantara
Asas wawasan nusantara ada 7, yaitu :
1.      Kepentingan yang sama
2.      Tujuan sama
3.      Keadilan
4.      Kejujuran
5.      Solidaritas
6.      Kerjasama
7.   Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.
Arah pandang wawasan nusantara
1.      Arah pandang ke Dalam
            Arah pandang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun bangsa aspek sosial. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa bangsa Indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasinya bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpilihnya persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan.


2.      Arah pandang ke Luar
Arah pandang luar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan saling hormat menghormati. Arah pandangan ke luar mengandung arti bahwa dalam kehidupan internasionalnya, bangsa Indonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan demi tercapainya tujuan nasional sesuai dengan yang tertera pada pembukaan UUD 1945.

KEBERHASILAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA

Wawasan Nusantara perlu menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menghadapi, menyikapi, dan menangani permasalahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang beroriantasi kepada kepentingan rakyat dan keutuhan wilayah tanah air. Wawasan Nusantara juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan serta dalam upaya menghadapi tantangan – tantangan dewasa ini. Karena itu, setiap warga negara Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk :
  1. Mengerti, memahami, dan menghayati hak dan kewajiban warga negara serta Hubungan warga negara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.
2. Mengerti, memahami, dan menghayati bahwa di dalam menyelenggarakan    kehidupannya negara memerlukan Konsepsi Wawasan Nusantara, sehingga sadar          sebagai warga negara yang memiliki Wawasan Nusantara guna mencapai cita – cita     dan tujuan nasional.
3.  konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki    cara pandang.
Untuk mengetuk hati nurani setiap warga negara Indonesia agar sadar bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, diperlukan pendekatan dengan program yang teratur, terjadwal, dan terarah. Hal ini akan mewujudkan keberhasilan dari implementasi Wawasan Nusantara.

PENGERTIAN ASPEK KETAHANAN NASIONAL PADA KEHIDUPAN BANGSA DAN NEGARA.

    Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung atau pun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
 
      Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasional nya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
 Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut : 
a.      Kedudukan : Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional. 
b.      Fungsi :  Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.